“After School” Sampoerna untuk Cegah Pekerja Anak

120
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) merealisasikan komitmennya dalam pencegahan pekerja anak di kawasan pertanian tembakau melalui payung program tanggung jawab sosial perusahaan, Sampoerna untuk Indonesia (SUI).

Bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation – School Development Program (PSF SDO), kegiatan After School Program (ASP) yang ditujukan untuk mengurangi keterlibatan anak dalam aktivitas di kawasan pertanian tembakau melalui pengembangan program ekstrakurikuler di sekolah.

Program ASP dilaksanakan sejak April 2017 dan telah diikuti oleh 49 Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Lombok Timur dan Lombok Tengah dengan melibatkan lebih dari 5.905 siswa dan orang tua atau wali murid, 343 guru dan 588 pelatih ekstrakurikuler. Beragam kegiatan dilakukan secara intensif dalam program ASP, mulai dari workshop Training of Trainers (TOT) untuk para guru, program pengembangan ekstrakulikuler, seminar orang tua murid, pentas seni dan ajang kreativitas siswa, hingga Festival Seni, Olahraga dan Budaya.

Sebagai acara penutupan program ASP, SUI dan PSF SDO menggelar kegiatan Festival Seni, Olahraga dan Budaya di kawasan Lombok Timur. Festival ini merupakan wadah untuk mengasah dan mengembangkan karakter positif para siswa serta ajang unjuk prestasi bagi sekolah yang telah melaksanakan beragam kegiatan ekstrakulikuler yang terdiri dari cabang olahraga, kesenian, kuliner, tahfidz dan tilawah, serta pramuka.

Bupati Lombok Timur Drs. H. Moch. Ali Bin Dachlan, M.BA mengatakan, Pemerintah Lombok Timur mengapresiasi program SUI dan PSF SDO untuk meningkatkan pendidikan di Lombok Timur.

“Saya harap program-program tanggung jawab sosial perusahaan semacam ini lebih digalakkan di tahun-tahun berikutnya. Pemerintah Daerah Lombok Timur siap bekerja sama agar program ASP dapat terus dijalankan dan bersinergi dengan banyak pihak,” jelas Ali.

Menanggapi hal itu, Head of PSF SDO Gusman Yahya mengatakan, Festival Seni, Olahraga dan Budaya ini akan membuka tali silahturahmi para siswa dari berbagai sekolah di Lombok Timur. Para siswa akan saling berkenalan dan saling berbagai informasi, pengetahuan serta keterampilan. “Saya harap festival ini juga akan memperkaya wawasan dan pengalaman mereka, karena penting untuk menanamkan rasa bangga terhadap talenta yang dimiliki oleh setiap orang sejak dini,” sambungnya.

Mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Budaya Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah, Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Kecataman sikur, Persatuan Catur Indonesia (PERCASI) Lombok Timur, dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Lombok Timur, rangkaian festival ini berhasil diselanggarakan di berbagai lokasi, yaitu di Aula Kecamatan Terara, SDN 2 Terara, Lapangan Orde Baru – Terara, MIN Lombok Timur – Sakra Barat, Lapangan Jeruk Manis – Sikur, dan ditutup di Lapangan Nasional, Selong, Lombok Timur.

“Sampoerna akan terus mendukung terselenggaranya kegiatan positif di sekolah. Melalui program ini, kami berharap anak-anak di Indonesia, khususnya di Lombok Timur dan Lombok Tengah dapat terus bertumbuh kembang dengan baik dan memiliki karakter yang kuat,” ujar Ervin Pakpahan, Head of Stakeholder, Regional Relations & CSR.

“Terkait dengan isu pekerja anak, kami berharap tidak ada lagi anak-anak di bawah umur yang bekerja di kawasan pertanian tembakau. Hal ini merupakan hak mereka untuk mendapatkan kesempatan belajar secara optimal baik di bidang akademik maupun non-akademik. (dy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.