Presiden Joko Widodo pada saat menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional tahun 2018 di kota Padang, Sumatera Barat, 9 Desember 2018. (Twitter/Sekretariat Negara)

LOMBOKita – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 yang dipusatkan di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat dihadiri 23 menteri kabinet Indonesia kerja.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Margiono di Padang, Jumat, mengatakan pemerintah daerah, masyarakat serta masyarakat pers Sumatera Barat memiliki komitmen kuat menjaga eksistensi profesi kewartawanan.

“Sumatera Barat adalah gudang wartawan hebat di tanah air. Maka tidak heran kalau HPN 2018 yang dihelat di Kota Padang sangat istimewa,” kata Margiono.

Antusias pemerintah dan masyarakat Sumatera Barat dalam pelaksanaan HPN 2018 mematik perhatian Presiden Joko Widodo yang hadir di bumi Minangkabau sejak 7 Februari.

Margiono menambahkan program kegiatan serangkaian HPN terlaksana 100 persen dan 80 persen kegiatan tersebut berpihak kepada sosial kemasyarakatan di Sumatera Barat.

Kehadiran para duta besar negara sahabat pada forun HPN 2018 mengisyaratkan posisi strategis profesi kewartawanan di Indonesia.

Pada puncak peringatan HPN diserahkan peniti emas sebagai simbol penghargaan tertinggi PWI kepada sosok yang berjasa bagi pembangunan pers, yakni mantan gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Bupati Anang yang membangun balai wartawan sekaligus mesin cetak.

“PWI menyampaikan apresiasi bagi para mitra yang bersedia bekerja sama membantu para wartawan profesional yang menemui masalah dalam menjalankan tugas-tugas kewartawanan,” kata Margiono yang saat ini mengikuti pilkada bupati di Kabupaten Tulungagung.

Ribuan Peserta Acara Puncak HPN
Ribuan wartawan, pejabat, pengusaha dan masyarakat memadati kawasan Danau Cimpago, Padang, Jumat, yang menjadi lokasi kegiatan puncak Hari Pers Nasional 2018.

Tamu undangan dan masyarakat sudah mulai memadati lokasi acara sejak pukul 08.00 WIB atau dua jam sebelum waktu acara puncak HPN yang dihadiri Presiden Joko Widodo.

Akibat banyaknya yang hadir, tamu terpaksa jalan lebih dari satu kilometer untuk bisa mencapai panggung acara yang dibuat di dalam tenda besar bewarna merah putih di tepi Danau Cimpago, Padang itu.

Pengawasan tidak terlihat terlalu ketat sehingga bagi yang tidak memiliki undangan resmi bisa menyaksikan acara itu dengan nyaman dari lokasi di sekitar pantai.

Pengunjung semakin merasa nyaman karena beberapa warung kopi yang memang berlokasi di kawasan itu diperbolehkan berjualan.

“Lumayanlah ada warung dan kursi di dekat panggung sehingga meski tidak bisa masuk ke lokasi utama, masih bisa menyaksilan dan mendegar pidato Presdien,” ujar salah seorang pengurus PWI Bali yang tidak mengantongi kartu undangan.

Kegiatan HPN di Padang sejak 5 Februari 2018 sudah menggelar berbagai kegiatan seperti seminar, pameran dan Kamis (8/2) malam melakukan makan mersama atau “Makan Bajamba”.