Selamat Berwisuda, Jamaluddin: Universitas Hamzanwadi Harus Memberikan Terbaik untuk Masyarakat

122
kali tampilan.
Ketua Yayasan Pendidikan Hamzanwadi, Pondok Pesantren Darunnahdlatain NW Pancor, HM Jamaluddin
Loading...

LOMBOKita – Ketua Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan Pancor, HM. Jamaluddin menyampaikan, selamat dan sukses kepada Universitas Hamzanwadi yang menyelenggarakan Wisuda IV, Sabtu (07/12/2019).

“Selamat dan sukses kepada wisudawan-wisudawati dan keluarga, seraya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya, karena telah mempercayakan proses pendidikan di Universitas Hamzanwadi,” jelas H. Jamaluddin dalam rilisnya, Jumat (06/12/2019).

Menurutnya, saat ini tantangan perguruan tinggi dari waktu ke waktu semakin kompleks, sejalan dengan tuntutan dinamika global. Meski demikian, Universitas Hamzanwadi terus melakukan upaya terbaik agar bisa memberi manfaat bagi seluruh masyarakat.

“Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) dan standar khusus melalui SPMI-SPME terus diupayakan. Pemenuhan standar tersebut untuk memenuhi aspek akuntabilitas badan penyelenggara dan pelaksana pendidikan tinggi kepada masyarakat dan pemerintah,” jelas adik kandung TGB Zainul Majdi itu.

Oleh karena itu, Universitas Hamzanwadi turut bertanggung jawab mengambil peran pengembangan masyarakat secara partisipatif dengan stakeholders lainnya, dan terus melakukan inovasi dan kreasi bersama masyarakat, secara kolaboratif dengan tetap pada domain tri dharma Perguruan Tinggi.

Loading...

Dipaparkannya, penyelenggaraan pendidikan tinggi dewasa ini harus tidak dipandang menurut perspektif rekayasa sosial semata, namun perlu dilengkapi dengan paradigma korporasi sebagaimana layanan barang dan jasa kepada konsumen.

Menurut pandangan korporasi, kampus harus terus berpegang dan bergerak pada paradigma mutu sebagai jaminan institusional. Jaminan berikutnya adalah menjaga kepercayaan pelanggan dengan tetap menjaga komunikasi dan kerja-kerja kolaborasi dengan masyarakat.

“Kampus harus mampu memberikan warna ke arah positif, dan tidak menjadi kultur terpisah dengan masyarakatnya. Konteks relasi seperti ini sudah menjadi keunikan tersendiri dalam sejarah YPH PPD NW Pancor dan seluruh lembaga pendidikannya, sebagai lembaga pendidikan inklusif, dulu, sekarang dan di masa depan,” pungkas kandidat doktor ITB itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.