Seluruh Turis Dikeluarkan dari Gili Trawangan

56
kali tampilan.
Proses evakuasi warga dari Gili Trawangan

LOMBOKita – Paska bencana gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Barat, yang berpusat di kedalaman 15 kilometer barat laut Lombok Timur, Minggu (5/8/2018) malam membuat hampir seluruh masyarakat di daerah ini menjadi panik. Terlebih saat BMKG sempat aktivasi potensi tsunami akibat gempa berkekuatan 7,0 skala richter itu.

Akibat gempa itu, masyarakat dan para wisatawan mancanegara yang sedang berlibur di tiga gili di Kabupaten Lombok Utara yakni Gili Trawangan, Meno dan Air berhamburan ke daerah perbukitan belakang perkampungan menghindari bibir pantai karena takut terkena mengetahui aktivasi peringatan tsunami yang dicabut setelah beberapa jam.

Tim dari Kemetrian Perhubungan (Kemenhub) melalui Kantro Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Lembar mengirimkan kapal untuk evakuasi ribuan turis yang berada di daerah pariwisata kesohor itu. Kapal patroli yang dapat mengangkut sekitar 20 orang.

Keberadaan Gili Trawangan memiliki karakter air dangkal menyebabkan petugas tidak bisa mengerahkan kapal-kapal besar untuk proses evakuasi tersebut. Sehingga proses evakuasi menggunakan perahu karet yang dilanjutkan dengan kapal Basarnas.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, Tim SAR telah mengevakuasi hampir 200 wisatawan asing mancanegara, masih ada 700 wisatawan domestik dan asing yang masih dalam proses evakuasi.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya juga meminta pihak maskapai memudahkan wisatawan yang ingin terbang usai gempa. Melihat banyaknya wisatawan yang ingin segera pergi dari Bali dan Lombok, Menpar meminta adanya tambahan pesawat dari maskapai.

Belum ada laporan adanya korban meninggal dan luka-luka dari wisatawan di tiga gili tersebut mengingat kondisi hotel yang mengalami kerusakan. Namun hingga siang, BNPB mencatat ada 91 korban meninggal dan 209 korban luka-luka.