Warga Kelurhan Kemulah menemukan orok bayi lengkap tali pusar (insert) Warga menemukan orok bayi di Mujur Kecamatan Praya Timur

LOMBOKita – Dalam sepekan ini, masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah digegerkan dengan penemuan dua orok bayi di tempat berbeda. Senin (12/2) ditemukan mengambang di aliran sungai Kemulah Kelurahan Panjisari Kecamatan Praya, disusul pada Selasa (13/2) warga Mujur Kecamatan Praya Timur menemukan orok di dalam gorong-gorong.

Sebelumnya juga pada Januari lalu, warga Desa Mekar Damai Kecamatan Praya menemukan orok terbungkus jilbab sekolah yang telah dikuburkan, namun hingga kini belum berhasil diungkap pelaku pembuangan bayi malang tersebut.

Orok bayi yang ditemukan di aliran sungai Kemulah itu masih lengkap dengan tali pusar, yang ditemukan H. Zaini warga sekitar sekitar pukul 06.00 Wita.

Kapolsek Praya Iptu. Dewa Ketut Suardana langsung menuju lokasi penemuan orok bayi setelah mendapat laporan dari anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Panjisari. “Kita langsung bawa mayat bayi itu ke RSUD Praya untuk diotopsi,” kata Kapolsek Praya Kota.

Polisi menduga, mayat bayi itu hanyut dibawa arus sungai dan tersangkut jaring ikan nelayan di sekitar bendungan Batujai.

Hasil pemeriksaan awal, kondisi mayat berjenis kelamin perempuan itu hampir membusuk. Namun Polisi belum bisa memastikan kapan mayat bayi malang itu dilahirkan dan berapa usianya. Polisi masih mendalami kasus pembuangan orok bayi itu.

Kemudian orok bayi yang ditemukan warga di gorong-gorong samping Klinik Mujur Medical Center (MMC) itu juga masih lengkap dengan tali pusar, yang ditemukan oleh salah seorang keluarga pasien yang tengah melakukan persalinan di Klinik MMC, Suhar alias Inaq Jaka (50 tahun).

Kapolsek Praya Timur Ipda. Bambang Sutrisno menjelaskan, orok bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan sudah membengkak, namun Polisi belum bisa memastikan kapan orok bayi itu dilahirkan dan dibuang oleh pelaku yang masih misterius itu.

Pihak Polsek Praya Timur telah meminta keterangan saksi, termasuk meminta keterangan 1 orang petugas kebersihan, tiga orang perawat Klinik MMC dan Bidan klinik sebagai bahan informasi upaya penyelidikan.

“Orok bayi ditemukan oleh Inak Jaka yang hendak membeli nasi bungkus untuk sarapan,” kata Kapolsek.

Orok bayi itu, kata Kapolsek, telah dibawa ke RSUD Praya untuk proses identifikasi dan visum et revertum.