Serahkan Nama Bandara ke Pemerintah, Kades Penujak: Yang Penting Rakyat Sejahtera

216
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Kepala Desa Penujak Kecamatan Praya Barat, Lalu Suharto menyerahkan penamaan bandar udara Lombok kepada pemerintah pusat.

Menurut Lalu Suharto, apapun nama bandara tidak masalah.

“Yang paling penting itu adalah kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, terutama yang berada di kawasan lingkar bandara,” kata Lalu Suharto saat menghadiri acara Diskusi Publik dengan tema “Menyelesaikan Polemik Perubahan Nama Bandara Internasional Lombok” yang diselenggarakan LSM Kasta NTB di D’Max Praya, Lombok Tengah, Kamis (07/01/2021).

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel

Lebih lanjut Lalu Suharto menegaskan, sejak beroperasinya bandar udara Lombok hingga saat ini, masyarakat lingkar bandara nyaris tidak mendapatkan manfaat kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup masyarakat.

“Dari keuntungan yang diperoleh dari beroperasinya bandara Lombok, apa yang didapatkan oleh masyarakat, apa kontribusi yang diberikan oleh pemerintah daerah, baik provinsi NTB maupun Kabupaten Lombok Tengah,” kata Lalu Suharto.

Loading...

Diakui Lalu Suharto, perjuangan terbangunnya bandar udara di pulau Lombok memang sangat panjang. Karena itu, kata dia, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan mendatangkan kemaslahatan dan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

Toh juga, kata Lalu Suharto, apapun nama bandara tetap saja masyarakat harus membayar tiket jika ingin naik pesawat.

“Karena itu sekali, kita serahkan nama bandara kepada pemerintah. Kepada siapa lagi kita bernaung selain kepada pemerintah kita,” ujar Lalu Suharto.

Sementara itu, Wakapolres Lombok Tengah Kompol Ketut Tamiana pada kesempatan itu menghimbau masyarakat untuk terus menjalin hubungan silaturrahim antar sesama sehingga polemik yang selama ini terjadi tidak menjadi berkepanjangan.

“Mari kita serahkan ke pemerintah. Jangan dijadikan polemik yang rentan menimbulkan konflik horizontal di tengah-tengah masyarakat,” kata Wakapolres.

Diskusi publik untuk membedah masalah, mencari solusi, mewujudkan kesepakatan demi terciptanya kondusifitas daerah dan kemaslahatan bersama itu menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Polres Lombok Tengah, anggota DPD RI TGH Ibnu Cholil, Kepala Desa Penujak Lalu Suharto, tokoh masyarakat H. Lalu Putria, perwakilan NU H. Lalu Tamim dan perwakilan dari PBNW Lalu Saifudin Gayep, serta pakar kebandarudaraan Prof. Dr. Sudiarto, M. Hum.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.