Sholat Jumat di Halaman Masjid Agung Praya. Ini Alasannya!

711
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Pelaksanaan ibadah sholat Jumat di Masjid Agung Praya Kabupaten Lombok Tengah (13/10/2017) dilakukan di teras hingga halaman masjid. Sementara bagian dalam lantai satu dan dua termasuk mimbar masjid megah ini dibiarkan kosong. Apa alasannya?

Sekadar informasi, pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ke-72 tahun ini mendatangkan Syaikh Abdurrahman Al-Ausy, salah seorang qari’ yang dikenal dengan suaranya yang merdu dari negara Timor Tengah.

Mengetahui kedatangan Syeikh Abdurrahman Al Ausy, ribuan jamaah di Kabupaten Lombok Tengah pun berdatangan dari berbagai penjuru untuk dapat berjamaah sholat Jumat di Masjid Agung Kota Praya.

Membludaknya para jamaah yang datang ini membuat panitia dan pengurus masjid Agung Praya memutuskan agar pelaksanaan ibadah sholat Jumat di teras dan halaman masjid sebelah timur. Di halaman masjid yang cukup luas ini, pemerintah daerah telah mendirikan sejumlah tenda besar yang diyakini mampu menampung seluruh jamaah yang hadir.

Mendengar pengumuman sholat Jumat dilangsungkan di luar, para jamaah yang sejak pagi mengambil posisi di dalam masjid pun terpaksa ikut keluar menempati teras dan terop.


Loading...

Masya Allah, ASN Lombok Tengah Semalaman I’tikaf Berjamaah di Masjid Agung

TGH Makrif Makmun Dirase yang dipercayakan menyambut kedatangan Syaikh Abdurrahman Al Ausy membeberkan beberapa alasan kenapa pelaksanaan ibadah sholat Jumat bukan di dalam masjid seperti biasanya.

Alasan pertama, kalau sholat Jumat dilakukan di dalam masjid, maka banyak jamaah yang tidak mendapat tempat di dalam, sehingga kalau ada jamaah di luar, maka jaraknya terlalu jauh dengan imam.

“Memang dari segi afdol, lebih baik di dalam ketimbang di teras dan halaman masjid. Namun dari sisi maslahat, lebih baik di luar. Suara speaker dalam masjid seadanya, tidak bisa sampai keluar,” jelas TGH Makrif Makmun Dirase usai sholat Subuh berjamaah di Masjid Agung Praya, Sabtu (14/110/2017).

Alasan kedua, posisi lantai masjid dari teras apalagi halaman terlalu tinggi sehingga kurang bagus melaksanakan sholat berjamaah. Bahkan ada pendapat yang memakruhkah.

Alasan ketiga, kalau sholat di dalam masjid dengan suara loudspeaker kecil, maka nuansa Masjidil Haram maupun masjid Madinah akan hilang. “Kalau di luar kan sudah ada sound sistem yang cukup besar sehingga suara merdu dari lantunan Syeikh bisa didengar jelas oleh para jamaah.

Karena itu, TGH Makrif Makmun Dirase mengharapkan seluruh jamaah tidak ada lagi yang menanyakan prihal kenapa sholat Jumat dilakukan di teras dan halaman masjid. “Insya Allah, saya bertanggungjawab atas keputusan sholat Jumat tidak di dalam masjid itu,” tegas tokoh ulama asal Desa Darek Kecamatan Praya Barat itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.