Sirkuit Mandalika Di Tengah Konflik Lahan

1334
kali tampilan.
Lahan enclave KEK Mandalika Lombok yang diperkirakan berada di venue utama Sirkuit MotoGP Lombok yang belum dibebaskan oleh pemerintah
Loading...

LOMBOKita – Proses pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dikebut. Sarana dan prasarana infrastruktur pun mulai dilengkapi. Namun sayang, beberapa kawasan lahan justeru belum dibebaskan dan hingga saat ini masih dikuasai masyarakat pemilik lahan.

Semisal lahan sirkuit MotoGP yang direncanakan melengkapi keberadaan KEK Mandalika Lombok. Lahan yang juga akan dimanfaatkan sebagai lintasan balap Formula Satu (F1) itu juga belum dibebaskan oleh pemerintah.

Padahal, saat ini lahan pembangunan sirkuit Mandalika Lombok sedang tahap homologasi untuk mengetahui apakah struktur tanah yang berada di kawaasan pinggir pantai itu memenuhi standar untuk penyelenggaraan balap motor berkelas dunia itu ataukah tidak.


Baca berita terkait:

Proses homologasi (penyesuaian antara desain dan kondisi lapangan) ini, menurut Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer membutuhkan waktu sekira 5 bulan atau hingga Agustus, baru kemudian keluar Detail Engineering Design (DED) dari konsultan perencana.

“Setelah DED keluar, pada bulan September 2019 akan dimulai pengerjaan pembangunan sirkuit yang rencananya berkonsep street circuit atau sirkuit jalan raya,” jelas Abdulbar M. Mansoer pada rapat persiapan pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika yang dilaksanakan di d’Max Hotel, Kamis (21/3/2019). Rapat koordinasi yang digelar tertutup tersebut dihadiri Direktur Utama PT ITDC Abdulbar M. Mansoer, Bupati Lombok Tengah HM Suhaili Fadil Tohir bersama sejumlah Kepala Dinas, Ketua DPRD, Muspida dan Forkopimda.

Abdulbar menjelaskan, sirkuit MotoGP Mandalika Lombok akan dibangun pada lahan seluas 4,32 kilometer dengan rancangan infrastruktur khusus atau menggunakan aspal cepat kering.

Untuk persiapan penyelenggaraan olahraga balap motor tingkat dunia itu, menurut Abdulbar, sirkuit MotoGP Mandalika Lombok telah mendapat penunjukan dari Dorna selaku penyelenggara balap motor dunia untuk race tahun 2021.

Baca juga: Sirkuit MotoGP Lombok Mulai Dibangun September 2019

Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili Fadil Tohir sendiri menyatakan sikap siap mendukung pembangunan sirkuit motoGP Mandalika. Bahkan pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk mendukung percepatan pembangunan di kawasan sesuai dengan masterplan.

Lain halnya dengan salah seorang pemilik lahan yang akan dilintasi sirkuit Mandalika Lombok, Gema Lazuardi. Dirinya justeru menyayangkan sikap pemerintah yang sampai saat ini masih mengabaikan pembebasan lahan. Mestinya, segala persoalan yang menyangkut pembangunan sirkuit Mandalika Lombok harus tuntas sebelum memulai proses perencanaan pembangunan, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Seharusnya yang dituntaskan dulu adalah pembebasan lahan, karena percuma berencana membangun kalau lahannya belum siap,” kata Gema Lazuardi kepada Lombokita.com, Senin (29/7/2019).

Berita lainnya: MotoGP 2021 Digelar di Sirkuit Mandalika Lombok

Bahkan, menurut Gema Lazuardi, lambannya proses pembebasan lahan untuk sirkuit Mandalika Lombok, mengindikasikan bahwa pemerintah melalui pengembang kawasan dalam hal ini Indonesian Tourism Development Coorporation (ITDC) tidak memiliki uang untuk membeli tanah warga yang akan terkena pembangunan sirkuit Mandalika.

Gema Lazuardi menegaskan, pemerintah jangan pernah berharap banyak untuk melanjutkan rencana pembangunan sirkuit Mandalika jika tanah-tanah masyarakat itu belum dibayar. Sebab, masyarakat akan melakukan perlawanan untuk mempertahankan tanah-tanah yang dimilikinya itu.

Gema Lazuardi juga menyayangkan beredarnya hasil rapat tentang masalah 49 bidang tanah enclave kawasan ITDC di Ruang Rapat Biro Operasi Mapolda NTB pada Jumat (26/7/2019). Informasi yang beredar melalui WhatsApp itu justeru berbalik dengan pembahasan sebenarnya.

“Informasi yang beredar di WA itu bukan hasil rapat karena bukan seperti itu hasilnya,” pungkas Gema Lazuardi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.