Soal Tudingan LCW, Ketua KPU Lotim Gak Faham 

121
kali tampilan.

 

” Silahkan Tanya Ke Sekretariat KPU,”

LOMBOKita – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur, M.Saleh mengaku tidak faham dengan adanya tudingan dari Lombok Coruption Watch (LCW) yang menduga adanya indikasi penyalahgunaan dana Pilkada di Lotim.

” Saya tidak faham dengan tudingan LCW tersebut,” kata Saleh saat dikonfirmasi melalui via ponselnya.

Ia meminta mempersilahkan kepada LCW untuk membuktikannya,kalau memang benar ada dugaan seperti itu. Karena pihaknya telah bekerja sesuai dengan aturan yang ada,sehingga tentunya tidak mungkin untuk melakukan itu.

” Yang jelas kami selakukan komisioner tidak mengurus itu,karena sudah ada pihak sekretariat,” kilah Saleh seraya meminta untuk menanyakan ke Sekretaris KPU Lotim dan sekretariat yang lainnya.

Sementara itu lanjut, Saleh,pihaknya dalam setiap penggunaan anggaran di KPU Lotim tentunya dilakukan audit setiap tahunnya. Termasuk dengan dana yang di persoalan LCW tersebut.

” Darimana ada penyelewengan,karena selalu dilakukan audit,” jelasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya pihak ‎Lombok Corruption Wacth (LCW) Lombok Timur menemukan adanya indikasi dugaan penyimpangan dalam penggunaan dana Pilkada oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim. Sehingga tentunya harus dilakukan audit terhadap penggunaan dana yang mencapai sebesar Rp 42 Milyar tersebut.

” Memang dari hasil pengumpulan data yang dilakukan pihaknya ditemukan adanya indikasi dugaan Penyimpangan dalam penggunaan dana Pilkada,” tegas Direktur LCW,H.Hulain.‎

Ia menjelaskan diantaranya terhadap dana sosialisasi,pengadaan surat suara maupun tinta yang diindikasi adanya dugaan kerugian negara. Termasuk yang lainnya tentu masih terus dilakukan pendalaman dan investigasi dilapangan.

Sehingga tentunya apa yang kami dapatkan dilapangan tidak akan di publikasikan dahulu. Akan tapi pasti ada waktu yang tepat untuk membeberkan semua nantinya ke publik.

” Saat ini kami terus menghimpun bukti-bukti material yang kemudian nantinya atas dasar itu LCW akan bersurat ke BPK untuk melakukan audit investigasi terhadap KPU Lotim,” ujarnya.

Hulain mencontohkan seperti pengadaan tinta diduga ada indikasi merugikan negara.Karena dari segi kualitas tinta tersebut kurang tepat dipergunakan dalam pemilu. Dimana seharusnya tinta yang digunakan yang bisa bertahan atau tidak hilang di jari tangan pemilih bertahan selama dua hari.

Namun dalam faktanya tinta tersebut begitu dicuci dengan sabun langsung hilang. Sehingga ini memberikan peluang bagi pemilih untuk mencoblos lebih dari satu kali. Belum lagi dengan adanya beberapa kegiatan sosialisasi yang tidak dimanfaatkan sebagaimana dalam nomentlatur yang telah ada.

” Ini baru berbicara pada dua persoalan,belum lagi terhadap yang lainnya,makanya kami terus menghimpun data itu terhadap dugaan tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Direktur LCW yang juga pengacara senior di Lotim menduga ada indikasi monopoli atau ada ketidakadilan dalam pembagian porsi anggaran untuk media. Sehingga inilah yang tentunya sangat disayangkan sekali.

” Kalau memang KPU Lotim adil  tentu semua media mendapatkan dana sosialiasasi,bukan hanya beberapa media saja,sehingga ini tentu menjadi pertanyaan bersama,” tandasnya.