Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Menangkal Radikalisme

36
kali tampilan.
Loading...

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel

LOMBOKita – Dewasa ini, paham- paham radikalisme dan intoleransi mulai muncul kembali ke tengah-tengah masyarakat di Indonesia. Maraknya aksi teror yang terjadi merupakan buah dari penanaman pemahaman radikalisme dan intoleransi yang telah tersebar luas di masyarakat.

Demikian diungkapkan HM Syamsul Luthfi, anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan pulau Lombok saat menggelar acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Dapilnya, Sabtu (08/01/2020).

Menurut Syamsul Luthfi, seseorang menganggap dirinya paling benar dan yang lain salah, kelompoknya yang paling sempurna sedangkan kelompok lain penuh dosa, membuat mereka (pelaku radikalisme) nekat melakukan segala sesuatu untuk menegakkan kebenaran dan menumpas kesalahan versi dirinya, termasuk dengan melakukan aksi teror dan pengeboman.

Seluruh lapisan masyarakat harus tetap waspada dan bersatu untuk melawan aksi-aksi teror serta pengeboman yang terjadi.

“Menangkal radikalisme dan intoleransi adalah pekerjaan kita bersama, kewajiban kita bersama. Sinergitas antar seluruh elemen baik pemerintah, petugas serta sosial kontrol masyarakat,” ujar politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu.

Loading...

Peran 4 Pilar Kebangsan dalam menangkal radikalisme dan intoleransi, lanjut Syamsul Luthfi, sangat diperlukan dan penting terus dilakukan ke tengah-tengah masyarakat.

Pemahaman peran dan fungsi 4 Pilar Kebangsaan harus dilakukan secara intensif, terstruktur, sistematis, dan masif .

“Diperlukan pemahaman secara khusus dalam dunia pendidikan mulai dari sekolah dasar, menengah serta perguruan tinggi. 4 Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika inilah yang dapat membendung paham-paham radikalisme dan intoleransi tersebut,” urai dia lebih mendetail.

Luthfi juga menegaskan, 4 pilar kebangsaan dapat mempersatukan beragam suku, bangsa dan agama, serta menyatukan nusantara dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga pulau Rote.

Dia juga berharap, mudah-mudahan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan tidak hanya menjadi suatu momentum saja. Melainkan 4 Pilar Kebangsaan dijadikan harkat martabat bangsa, landasan filosofi bangsa yang dijaga, dirawat serta diamalkan bersama.

Sebab, katanya, 4 Pilar Kebangsaan-lah yang dapat menjadi formulasi dalam menangkal paham-paham radikalisme dan intoleransi yang telah menjadi wabah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Oleh karenanya, Syamsul Luthfi mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tetap menjaga, merawat serta mengamalkan 4 Pilar Kebangsaan dalam aspek-aspek kehidupan.

“Mulai dari diri kita, keluarga kita, tetangga kita, saudara-saudara kita, dan seluruh lapisan masyarakat untuk mengamalkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika,” tutup HM Syamsul Luthfi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.