Staf Kemensos RI “Semprot” Korkab PKH Lotim 

Ditemukan PIN ATM Dipegang Pendamping PKH

407
kali tampilan.

LOMBOKita – Staf Kementerian Sosial (Kemensos) RI “menyemprot” dan memarahi Koordinator Kabupaten (Korkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Lombok Timur, H. Azwar.

Hal itu disebabkan karena ditemukan warga yang masuk program PKH tidak diberikan PIN ATM yang digunakan untuk pencairan bantuan non tunai dari pemerintah pusat.

“Bagaimana bisa terjadi warga tidak diberikan pin ATM untuk mencairkan bantuan non tunainya di Bank, bahkan saat ditanya warga itu juga diberikan hanya buku tabungan dan ATM,” kata salah seorang staf Kemensos saat memarahi Korkab Lotim, H. Anwar di hadapan para awak media dan pendamping PKH lainnya.

Staf Kemensos tersebut memarahi Korkab PKH Lotim saat kegiatan penyerahan bantun non tunai bagi warga yang mendapatkan program PKH dari pemerintah di lantai dua Kantor Bupati Lotim, Minggu (5/8/2018).

acara itu dihadiri Dirjen Kemensos dan Anggota DPR RI Komisi VIII, para pejabat Dinas Sosial Prov dan Kabupaten Lotim, Pendamping PKH dan ratusan warga program PKH Lotim.

Selain itu, staf Kemensos tersebut juga meminta kepada Korkab PKH Lotim dan para pendamping PKH yang ada untuk tidak main-main dalam masalah ini.

“Bisa jadi masalah kalau wartawan atau media massa tahu persoalan ini, maka harus segera diselesaikan,” tekan Staf Kemensos RI tersebut.

Sementara saat menyemprot dan memarahi Korkab PKH Lotim staf kemensos tersebut.Tidak menyadari kalau yang berada di sampingnya sejumlah media cetak dan elektronik yang mendengar staf kemensos tersebut marah.

“Kami wartawan dan sudah mendengar masalah itu yang dimarahi bapak,,” kata sejumlah wartawan menimpali staf Kemensos tersebut, sambil berdalih dan berusaha berkilah dari pertanyaan awak media.

Sementara Korkab PKH Lotim, H. Anwar justru mengalihkan persoalan itu ke pengurus PKH Kabupaten Lotim lainnya sambil menunjuk. Setelah selesai disemprot staf kemensos RI tersebut.

Kemudian pihak Bank BRI mengklaim kalau semuanya sudah diberikan warga penerima PKH, baik itu buku tabungan, ATM dan Pin begitu membuat tabungan.

“Kami sudah berikan semuanya dan tidak ada yang kami pegang,” kata salah seorang pegawai bank BRI Selong.

Direktur Jenderal Perlindungan Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat saat dikonfirmasi tidak menampik permasalahan yang ditanyakan awak media. Sehingga ini akan dilakukan perbaikan dan evaluasi agar tidak terjadi kasus serupa di kemudian hari.

“Jangan sampai ada penerima program PKH non tunai tidak diberikan pin ATM oleh pihak bank maupun pendamping PKH. Karena tentunya itu permasalahan serius yang tidak bisa dibuat main-main”

Keterangan Foto Staf Kemensos RI (Baju batik merah) sedang memarahi Korkab PKH Lotim masalah Pin ATM yang tidak diberikan kepada warga penerima PKH.