Suhaili Ingin Fasilitas Jalur Pendakian Rinjani Dilengkapi

24
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Dibukanya akses jalur Rinjani menjadi berita baik bagi para pecinta alam. Mengingat Rinjani menjadi salah satu tujuan utama berwisata. Pasalnya, Rinjani sempat ditutup beberapa bulan yang lalu akibat bencana alam gempa bumi yang melanda Lombok, dan kini Jalur resmi untuk melakukan pendakian telah dibuka.

Dibukanya akses jalur Rinjani menjadi perhatian Bupati Lombok Tengah, H. Suhaili, FT, Suhaili memaparkan bahwa Rinjani kini menjadi salah satu lokasi yang diproyeksikan sebagai tujuan wisata. Bahkan itu sudah ditetapkan menjadi geopark oleh lembaga dunia. Ia berharap, dengan dibukanya jalur Rinjani pola pikir/paradigma masyarakat bisa lebih leluasa. Jangan sampai terlena dengan tugas bersama untuk menjaga kelestarian alam.

Suhaili menjelaskan, dengan dibukanya jalur Rinjani, bukan berarti akan mengabaikan pelestarian Kawasan Ekonomi Khusus. Semua kawasan pariwisata akan dijaga dan dikembangkan dengan kegiatan yang mendukung upaya pelestarian. Semua juga tentunya akan bermuara pada kemaslahatan rakyat jikalau terus dijaga dan dilestarikan.

Lebih jauh dijelaskan, Dibukanya jalur pendakian harusnya ditunjang dengan sarana yang memadai untuk menunjang keselamatan. Sehingga kebersihan Rinjani bisa dikontrol. Mengingat banyak masyarakat yang enggan menurunkan sampah dari Rinjani. Seperti yang diketahui sampah plastik yang ada di Rinjani menjadi abadi. Sehingga perlu ditunjang dengan sarana dan infrastruktur yang memadai untuk mengantisipasi pembuangan sampah di area Rinjani. Namun semua itu tidak bisa hanya sebatas himbauan saja. Sehingga pada akhirnya kelestarian Rinjani tidak terjaga.

Suatu contoh, ungkap Suhaili, Seperti halnya gunung yang ada di Korea, dibuatkan jalan dari kayu yang landai sehingga memudahkan mengakses menuju jalur gunung. Oleh karenanya, yang tua saja bisa mengakses ke sana. “semua itu bukan berarti membenarakan pikiran saya untuk dibuatkan kereta gantung. Boleh pemikiran yang lain,” tutur Suhaili.

Disampaikannya, dengan dibukanya jalur pendakian tentunya ada tantangan tersendiri, melihat kemampuan petugas untuk menjaga lalu lintas ke Rinjani terbatas. Terlebih masyarakat enggan menggotong sampah dari Rinjani.

Di Loteng sendiri, jelas Suhaili, jalur Aik Berik dan Lantan juga perlu dibenahi. Dengan disesuaikan pada keadaan lingkungan hutan.

“Ketika kita membuka kawasan itu untuk dijamah oleh manusia berarti kita sanggup membenahi setiap kekurangan, baik akses jalur maupun fasilitas lainnya. Sebab, masalah yang terjadi adalah kurangnya kemampuan masyarakat untuk bersama menjaga kelestarian alam. Jalur lantan dan aik berik akan bermuara pada satu titik. Hanya berbeda gerbang awal masuk saja. Jangankan di Loteng, jalur di Lotim juga bisa bertemu di pos yang sama di atasnya jalur Aik Berik,” pungkas Bupati Loteng ditemui di Bencingah Adiguna Praya, Jumat (21/6/2019).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.