Sultan Kaharuddin Sumbawa Dukung Nama Bandara Lombok Diganti

LOMBOKita – Sultan Muhammad Kaharuddin IV Sumbawa mendukung perubahan nama Lombok Internasional Airport menjadi nama pahlawan nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

“Saya berharap agar semua elemen masyarakat NTB bersatu dan bersepakat untuk membicarakan masalah ini. Mengingat kebanggaan ini juga adalah milik bersama masyarakat NTB,” kata Sultan Muhammad Kaharuddin IV Sumbawa di Mataram, Selasa.

Selain perubahan nama Lombok Internasional Airport (LIA) menjadi nama pahlawan nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Sultan Muhammad Kaharuddin IV juga mendukung nama Pelabuhan Lembar Lombok Barat dan Badas menjadi Laksamana Madya TNI HL Manambai Abdulkadir.

Sultan Sumbawa ke-17 yang juga putra YM. Sultan Muhammad Kaharuddin III ini mengatakan bahwa usulan penggantian nama tersebut sejalan dengan penghargaan pemerintah RI yang telah menetapkan Maulana Syaikh sebagai Pahlawan Nasional.

Ia mengaku, sangat memandang perlu usulan tersebut dan sangat rasional, relevan dengan penetapan Almagfurullah Maulana Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai pahlawan nasional pertama dan satu-satunya dari NTB.

Begitu halnya dengan pengusulan nama Laksamana Madya TNI. H. L. Manambai Abdulkadir menggantikan nama pelabuhan. Di mana, Manambai adalah pejuang nasional yang telah berkorban untuk keutuhan dan kedaulatan RI.

Karenanya, Manambai sangat layak dan pantas diberi tempat terhormat kemudian diabadikan namanya pada salah satu pelabuhan laut di NTB.

“Intinya, Manambai adalah putra NTB yang telah mendarma bhaktikan hidupbya bagi NKRI,” katanya.

Untuk diketahui sambung Sultan Muhammad Kaharuddin ke-17. Manambai terlibat aktif dalam pertempuran heroik 10 November 1949 di Surabaya serta menjadi komando lapangan saat perebutan Irian Barat dari kolonialis Belanda.

“Manambai layak dan pantas menjadi Pahlawan Nasional berikutnya dari NTB,” tegasnya.

Lebih rinci Sultan Sumbawa ke-17 itu mengena Manambai, sempat dijuluki “Koboi dari Sumbawa” yang disematkan oleh Bung Karno, Presiden pertama Republik Indonesia untuk Laksamana Madya TNI, Haji Lalu Manambai Abdulkadir.

“Beliau adalah salah satu putra terbaik NTB yang tergores dalam sejarah ikut andil besar dalam perjuangan melawan penjajah hingga fase mempertahankan kedaulatan kemerdekaan Republik Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini, setelah goal memperjuangkan Almagfirullah TGKH Zainuddin Abdul Madjid hingga dinobatkan sebagai pahlawan nasional, kini NTB tengah mempersiapkan Laksamana Madya Manambai Abdulkadir untuk diusulkan meraih gelar kehormatan tersebut.

“Informasi usulan dalam proses dan belum sampai ke Kementerian Sosial, baru dalam rangka memenuhi persyaratan administrasi saja,” tandasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD NTB mengusulkan agar Laksamana Madya TNI H. L. Manambai Abdulkadir menjadi pahlawan nasional.

“Pengusulan gelar pahlawannya masih berproses. Karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi,” kata Nurdin.

Komentar Anda