Sumarni Kesal, ATM dan Buku Rekening KPM Ditahan Oknum Pendamping PKH

75
kali tampilan.
Kepala Desa Setungkeplingsar Saipul Muslimin
Loading...

LOMBOKita – Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), Sumarni warga Jangkar Desa Setungkap Lingsar Kecamatan Keruak mengaku kesal dengan ulah oknum pendamping PKH. Ketika akan mengambil kartu ATM dan buku rekeningnya yang dititip pada petugas PKH tiga tahu lalu, malah tidak diberikan. 

Justru pendamping PKH tersebut menyuruh KPM yang datang ke rumahnya melapor ke Gubernur dan Bupati.

Atas ucapan pendamping PKH itu, Sumarni mengadukan hal itu ke Kepala Desa Setungkap Lingsar, Saipul Muslimin, Kamis (2/12/2020).

Kepala Desa Setungkap Lingsar, Saipul Muslimin saat dikonfirmasi membenarkan ada warganya mengadukan masalah ATM dan buku rekening yang ditahan pendamping PKH.

“Memang ada warga datang melapor, ATM dan rekeningnya tidak mau diberikan oleh oknum pendamping PKH,” ucapnya.

Loading...

Menurut Saiful, warganya yang datang melapor ini, ketika akan berangkat menjadi TKW 3 tahun lalu, oknum pendamping mendatangi rumahnya untuk mengambil ATM dan buku rekening, dengan alasan akan disimpankan, dan akan dikembalikan setelah pulang jadi TKW.

Ketika pulang menjadi TKW, warga tersebut mencari oknum pendamping PKH untuk mengambil ATM dan buku rekeningnya, tetapi justru jawaban oknum pendamping bikin KPM itu kesal lantaran disuruh melapor ke gubernur dan bupati.

Mestinya, kata Saipul, oknum PKH itu tidak ngomong seperti itu, dan memberikan penjelasan dengan baik.

“Saya akan kroscek permasalahan ini ke oknum pendamping itu, termasuk Korcamnya, biar permasalahan ini cepat tuntas,” katanya.

Kalau tidak ada titik temu, Saipul berencana melaporkan hal itu ke aparat penegak hukum (APH).

Korcam Keruak, Sukri saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan melakukan kroscek di lapangan, dirinya juga meminta warga itu, untuk melapor juga ke kantor Sekretariat PKH di kantor Camat Keruak.

“Kami akan kroscek masalah ini apa yang sebenarnya terjadi agar menjadi jelas,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Korkab PKH, LB Syahroni menegaskan yang bersangkutan merupakan TKW baru pulang dari luar negeri, karena dalam aturan Bank tidak boleh mengambil buku tabungan sama KKS-nya. Akan tapi bisa ditarik melalui ahli waris.

Sementara buku tabungan KPM tersebut ada di BRI, dan bisa cetak rekening koran, sehingga akan kelihatan diambil dimana dan siapa yang mengambil.

“Yang jelas tiga bulan tidak ada traksaksi, maka secara otomatis akan diambil pusat,” tandas Syahroni.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.