Sunarpi akan Ikut Pilgub NTB Jalur Independen

LOMBOKita – Prof Sunarpi yang kini menjabat sebagai Rektor Universitas Mataram akan ikut dalam pesta demokrasi pemilihan calon Gubernur Nusa Tenggara Barat pada 2018 melalui jalur independen.

“Kalau memenuhi syarat untuk maju melalui jalur independen, maka itu adalah panggilan dan amanah,” kata Prof Sunarpi, di Mataram, Selasa.

Salah satu syarat yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) bagi calon independen adalah dukungan perseorangan dalam bentuk pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebanyak 300 ribu orang.

Sunarpi mengaku timnya sudah mengumpulkan hampir 225 ribu KTP. Dukungan perseorangan tersebut diperoleh tanpa melalui paksaan atau politik uang, termasuk mengerahkan mahasiswa.

“Murni dari sukarela kelompok masyarakat. Ada yang datang sendiri dan berkelompok membawa ratusan lembar foto copy KTP sebagai bentuk dukungan,” ujarnya.

Rektor yang akan selesai menjabat pada Desember 2017 ini mengaku memilih jalur independen dari pada diusung partai politik untuk menghindari politik uang.

“Dari dua jalur yang ada, maka saya akan menggunakan jalur independen. Kalau jalur partai politik butuh 13 kursi, kalau misalnya satu kursi harganya Rp1 miliar berarti butuh dana Rp13 miliar. Maka itu bukan amanah,” ucapnya pula.

Sunarpi berkeinginan untuk maju dalam pemilihan calon Gubernur NTB didasarkan pada niat untuk beribadah dan melanjutkan pengabdian Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada masyarakat melalui jalur pemerintahan.

Ia rela untuk melepaskan jabatan guru besar dengan penghasilan mencapai puluhan juta rupiah per bulan jika rakyat NTB memberikannya amanah dalam bentuk dukungan perseorangan.

“Jabatan rektor saya berakhir pada Desember 2017, tapi jabatan guru besar masih 15 tahun lagi. Ada berbagai kerja sama penelitian dengan materi yang cukup besar, tapi saya ingin berjihad dengan cara mengabdi sebagai kepala daerah,” tuturnya.

Pria yang sudah menjabat sebagai Rektor Unram selama dua periode ini juga menegaskan keinginan menjadi Gubernur NTB bukan semata-mata karena ingin duduk di kursi kekuasaan.

Namun lebih kepada cita-citanya yang ingin memperbaiki kondisi NTB, terutama dari isi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini masih berada di posisi lima besar terbawah dari 34 provinsi.

Selain itu, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat NTB, terutama pertanian dan kelautan dengan memanfaatkan hasil riset para ilmuwan.

“Sebagai seorang muslim, saya ingin mendulang pahala yang banyak. Maka dalam konteks itu, pengabdian sebagai gubernur masuk dalam logika saya. Dan jalur independen adalah jalur beretika menurut saya,” kata Sunarpi. ant

Komentar Anda