Teh Kelor Sasambo
Teh Kelor Sasambo/Foto Antara

LOMBOKita – Teh kelor Moringa Sasambo yang diproduksi CV Tri Utama Jaya Mataram, Nusa Tenggara Barat, berhasil menembus pasar Taiwan dan sudah melakukan ekspor perdana sebanyak 1.500 toples pada Maret 2018.

“Nilai ekspornya mencapai Rp225 juta. Satu toples dengan berat 150 gram harganya Rp150 ribu,” kata Direktur CV Tri Utami Nasrin di sela penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Wilayah NTB dengan Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional NTB di Mataram, Rabu (25/4).

Ia mengatakan pengiriman teh ke Taiwan dilakukan oleh eksportir di Jakarta, yang sekaligus menjadi distributor mitra CV Tri Utami dalam memasarkan teh kelor Moringa Sasambo di Jakarta dan sekitarnya.

Volume permintaan konsumen Taiwan, menurut Nasrin, mencapai 10.000 toples per bulan. Jumlah tersebut siap untuk dipenuhi karena kapasitas produksi bisa mencapai puluhan ribu toples per bulan.

Dalam melakukan produksinya, CV Tri Utami didukung oleh pasokan bahan baku yang melimpah dari petani di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu.

“Kami memiliki petani binaan yang menanam kelor pada lahan seluas 20 hektare. Dan kami membeli dalam bentuk basah dengan harga Rp2.000 per kilogram,” ujar Wakil Ketua Japnas NTB Bidang Perdagangan ini.

Ia mengatakan bahan baku yang dikirim dari Kabupaten Dompu ke Kota Mataram dalam bentuk kering atau setengah jadi. Pasalnya, ada gudang penyimpanan sekaligus tempat pengeringan seluas 10 x 15 meter di Kecamatan Kilo.

Proses produksi menjadi daun kelor kering di Kabupaten Dompu, melibatkan lima orang tenaga kerja. Sedangkan proses produksi hingga pengemasan yang dilakukan di Kota Mataram, melibatkan 10 orang tenaga kerja.

“Rencananya kami akan menambah luas lahan tanam dan membangun pabrik pengolahan di Kabupaten Dompu. Tentu membutuhkan tambahan tenaga kerja lagi,” ucap Nasrin.

Ketua Gabungan Pengusaha Jamu NTB ini juga mengaku sedang menjajaki kemitraan dengan investor dari Korea dan Jepang, yang berminat memasarkan teh Moringa Sasambo ke negaranya.

Menurut Nasrin, Taiwan, Korea dan Jepang tertarik memasarkan teh hasil produksinya karena warga ketiga negara di kawasan Asia itu sangat menyukai teh herbal, termasuk kelor.

Sebab, daun kelor memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh manusia karena kaya akan potassium, vitamin A, vitamin C, zat besi, kalsium, protein yogurt.

Manfaat teh kelor adalah mencegah dan mengobati hipertensi, diabetes, sakit jantung, meningkatkan fungsi ereksi, memperbaiki dan mengobati fungsi hati dan pencernaan. Selain itu, mencegah dan mengobati kanker, reumatik dan asam urat serta membakar kolesterol jahat.

“Teh kelor juga bisa untuk memperlancar air susu ibu melahirkan dan menjaga berat badan serta meningkatkan kecerdasan otak,” kata Nasrin. (*)(antaranews)

Pewarta : Udin
Editor: Awaludin