Terdakwa Pungli Tiket Wisata Divonis Empat Bulan

ilustrasi pungli

LOMBOKita – Raden Mayanto, terdakwa pungutan liar tiket masuk objek wisata air terjun Sendang Gile, Kabupaten Lombok Utara, divonis empat bulan 10 hari penjara dan denda Rp500 ribu subsidair satu bulan kurungan.

“Dengan ini Majelis Hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dan karenanya menjatuhkan pidana penjara selama empat bulan 10 hari,” kata Ketua Majelis Hakim AA Ngurah Rajendra dalam sidang putusannya di Pengadilan Negeri Tipikor Mataram, Senin.

Vonis pidana itu diberikan sesuai dengan Pasal yang dikenakan kepada terdakwa, yakni Pasal 12 Huruf a Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Selain menjatuhkan hukum pidana, Majelis Hakim juga meminta kepada terdakwa untuk mengganti kerugian negara yang muncul akibat pungli tiket tersebut dengan nilai Rp600 ribu.

Angka tersebut muncul akibat terdakwa yang terjerat pidana tipikor saat masih berstatus ASN di Disbudpar Lombok Utara, melakukan pungli sebanyak Rp524 ribu di luar biaya tiket masuk para pengunjung. Uang itu terkumpul dalam kurun waktu sepekan.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp10 Juta subsidair tiga bulan kurungan.

Terkait dengan putusannya, Majelis Hakim berpedoman pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) yang mengatur tentang korupsi dibawah Rp50 juta.

“Untuk perkara ini, sesuai dengan perumusan SEMA, paling lama penjara tiga tahun dan denda paling berat Rp50 juta,” ujarnya.

Usai mendengar putusannya, terdakwa yang diketahui sudah menjalani masa tahanan selama dua bulan menyatakan untuk tidak mengajukan banding.

Namun berbeda dengan tanggapan JPU, Majelis Hakim yang sebelumnya menyarankan agar mengajukan banding disepakati oleh tim JPU yang diwakilkan Mutmainah. ant

Komentar Anda