Terminal Bandara Syamsudin Noor Diterjang Angin Hingga Runtuh

LOMBOKita – Plafon terminal kedatangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan, runtuh akibat tiupan angin kencang yang melanda kawasan itu, Senin malam.

Communication and Legal Section Head Bandara Syamsudin Noor Aditya Putra Patria di Kota Banjarbaru mengatakan, kejadian berlangsung sekitar pukul 21.45 Wita.

“Tiupan angin kencang memasuki terminal kedatangan sehingga merusak plafon yang runtuh dan terlepas dari langit-langit ruangan dengan ukuran cukup besar,” ujarnya.

Ia mengatakan, insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka karena saat kejadian ruang kedatangan penumpang tidak dipenuhi penumpang yang baru tiba di bandara itu.

Disebutkan, petugas bergerak cepat membersihkan bagian plafon yang rusak dan berjatuhan di lantai terminal untuk memperlancar kedatangan penumpang penerbangan terakhir pukul 23.30 Wita.

“Saat ini, kondisi terminal kedatangan sudah bersih dari serpihan plafon yang berjatuhan dilantai dan dipastikan area sekitarnya aman dilintasi penumpang penerbangan terakhir,” ungkapnya.

Menurut dia, selain merusak plafon terminal kedatangan, tiupan angin yang sangat kencang diiringi hujan lebat, juga merusak fasilitas bandara lainnya seperti pagar pembatas bandara.

Ia menyebutkan, pagar pembatas itu terletak didepan parkir pesawat (apron) tetapi bangunan pagar tidak sampai mengenai pesawat yang parkir karena jaraknya cukup jauh.

“Tiupan anginnya sangat kuat sekali sehingga pagar pembatas yang terbuat dari besi saja bisa roboh. Untungnya jarak ke pesawat cukup jauh sehingga tidak berakibat lebih buruk,” ujarnya.

Dikatakan, kerusakan lain akibat tiupan angin kencang juga membuat satu buah papan reklame berukuran cukup besar yang terpasang di depan terminal kedatangan, roboh.

“Papan reklame roboh tetapi tidak mengenai orang sekitar karena mereka berlindung di bagian dalam terminal kedatangan saat hujan deras disertai angin kencang menerjang,” kata dia.

Ditambahkan, petugas lalu lintas bandara sempat mengeluarkan Notam atau pemberitahuan kepada pihak terkait mengenai penutupan bandara karena kondisi tersebut.

“Notam dikeluarkan pukul 21.50 Wita tiupan angin kencang dan jarak pandang yang buruk hanya mencapai 800 meter. Status itu masih berlaku hingga pukul 23.00 Wita,” katanya.

Komentar Anda