TGB Masuk Partai Golkar Pilihan Tepat ‎ ‎

218
kali tampilan.

LOMBOKita – Ketua Umum Rois Am Dewan Muhtasyar Pengurus Besar NW, TGH.M.Yusuf Ma’mun menilai dengan masuknya Tuan Guru Bajang (TGB),KHM.Zainul Majdi dalam tubuh Partai Golkar tentunya sudah merupakan pilihan yang tepat.

Selain itu tidak terlepas dari sejarah niniknya yakni Almagfurlahu Maulana Syeikh TGKH.M.Zainuddin Abdul Madjid yang pertama kali menancapkan lambang pohon beringin di NTB.

” Kebijakan TGB masuk ke Golkar sudah pilihan tepat dengan mengikuti jejak pendiri NWDI,NBDI dan NW,” tegas TGH.M.Yusuf Ma’mun saat diminta tanggapan di Kampus Mahad Darul Qur’an Wal Hadist Al Majidiyah Assyafiiyah NW Pancor,Sabtu (11|1).

Ia menjelaskannya tujuan TGB masuk Partai Golkar dalam rangka untuk mensyiarkan sarana dakwah dakwah,bukan untuk mencari kedudukan atau kekuasaan  sebagaimana yang berkembang saat ini.

Apalagi TGB tidak pernah meminta namun langsung diberikan dua jabatan di DPP Partai Golkar yakni pada bidang keummatan dan dakwah serta bidang Bappilu. ‎

” TGB tidak pernah meminta posisi tapi beliau dipercayakan megang dua jabatan di Partai Golkar,sebagai bentuk kepercayaan partai kepada beliau,” ujarnya.

Lebih lanjut TGH.M.Yusuf Ma’mun yang juga Amidul Mahad NW Pancor menambahkan sebenarnya sudah sejak dulu TGB ditawarkan untuk memegang posisi sebagai Ketua DPD Golkar NTB. Namun kemudian itu diberikan kepada Mantan Bupati Lobar, HM.Zaini Arony yang juga pada waktu menjabat sebagai pengurus PB NW.‎

Kemudian selanjutnya TGB masuk menjadi Ketua DPD Partai Demokrat NTB. Dengan melihat perkembangan politik yang terjadi saat itu,sehingga akhirnya keluar dari partai Demokrat kemudian masuk ke partai Golkar saat ini.

“Sejak keluar dari Demokrat, Memang banyak ketua partai yang sudah datang ke TGB menawarkan posisi penting,tapi dengan kerendahan hati beliau menolak,sehingga akhirnya menentukan pilihan ke Golkar mengikuti jejak sang kakeknya,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.