Thomas Lebas Pimpin Tour de Flores

Etape kelima dari Borong (Kabupaten Manggarai Timur) ke Ruteng (Kabupaten Manggarai)

Tour de Flores II 2017

Pebalap asal Prancis Thomas Lebas mempertahankan posisinya sebagai pimpinan klasemen umum lomba balap sepeda jalan raya internasional Tour de Flores 2017, yang tinggal menyisakan satu etape lagi.

Thomas Lebas

Pada etape ke-5 dari Borong (Kabupaten Manggarai Timur) ke Ruteng (Kabupaten Manggarai), Provinsi NTT, Selasa, pebalap yang tergabung dalam tim Kinan Cycling Jepang itu finis di urutan ketujuh.Namun catatan waktu yang dibukukan Lebas cukup baginya untuk tetap bercokol di peringkat atas klasemen dan berpeluang untuk menjuarai event ini yang akan berakhir di Labuhan Bajo, Rabu.

Etape ke-5 yang berjarak 55,5 kilometer, atau yang terdekat di antara enam etape di lomba balap sepeda melintasi Pulau Flores ini, dimenangkan oleh pebalap dari tim CCN Cycling, Daniel Whitehouse.

Whitehouse, juara Tour de Flores 2017, mencatat waktu satu jam 42 menit 57 detik.

Dalam klasemen umum pebalap berkebangsaan Inggris tersebut masih berada di urutan 10.

Urutan kedua pada etape ke-5 ini ditempati pebalap asal Iran Arvin Moazamigodarzi dari tim Pishgaman Cycling. Arvin juga berpeluang untuk bisa menjuarai Tour de Flores 2017, karena dalam klasemen umum ia masih tetap membayangi Lebas di urutan kedua.

Pebalap Indonesia Muhammad Imam Arifin dari tim KFC Cycling pada etape ke-5 merebut peringkat ketiga, selisih satu menit 53 detik dari Whitehouse. Meskipun berat, Imam Arifin yang di klasemen umum berada di urutan ketiga, masih memiliki peluang untuk menjuarai Tour de Flores 2017 karena gap waktunya dari Lebas empat menit. Sebanyak 61 pebalap melakukan start sekitar pukul 11.00 WITA dari Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Terdapat tiga titik tanjakan king of mountain (KOM), tanpa titik sprint. KOM pertama di KM 20,5 di Kharisma Sita. Tanjakan kategori dua ini berada di ketinggian 697 mdpl. Sementara tanjakan kategori satu berada di KM 33,1 di Ranamese dengan tinggi 1,240 mdpl. Dalam 9 tepatnya di KM 46 masih ada satu tanjakan kategori empat.

Di Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, para pebalap disambut puluhan ribu warga yang menyaksikan di tepi-tepi jalan yang dilalui. Sebagian besar warga berkumpul di lintasan depan Kantor Bupati Manggarai, dimana digelar acara penyambutan, termasuk tarian selamat datang oleh 1.500 penari.

Ruteng sendiri merupakan kota beriklim sejuk karena berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Kota ini juga kelilingi gunung-gunung dan perbukitan hijau.

Pada etape terakhir atau etape keenam, para pebalap akan bersaing sejauh 120,2 kilometer dari Ruteng ke Labuhan Bajo, yang merupakan penentuan juara Tour de Flores 2017.

Komentar Anda