Tiba di Lombok, Obor Asian Games Disambut Parade Gendang Beleq

324
kali tampilan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah HM. Nursiah

LOMBOKita – Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah HM Nursiah mengungkapkan saat ini sedang mempersiapkan penyambutan Obor Asian Games tahun 2018.

“Obor Asian Games itu akan tiba di bandara Lombok pada tanggal 25 Juli 2018,” ujar HM Nursiah di kantornya, Senin (16/7/2018).

Menurut HM Nursiah, kedatangan Obor Asian Games yang juga dikenal dengan sebutan Api Abadi di bandara internasional Lombok akan disambut dengan musik tradisional Sasak, Gendang Beleq.

“Kita sedang seleksi grup Gendang Beleq yang mana yang akan ditampilkan untuk menyambut kedatangan Obor Asian Games itu,” kata Nursiah.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah selaku tuan rumah penyambutan obor yang dijadikan sebagai tanda dimulainya Asian Games tahun ini setelah sebelumnya diarak mengelilingi sejumlah kota di Indonesia.

Asian Games 2018 akan digelar di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

“Untuk teknis penyambutan lebih mendetil, kita akan melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),” kata Sekda HM Nursiah.

Setelah disambut menggunakan Gendang Beleq di bandara Lombok, Sekda menjelaskan Obor Asian Games itu akan langsung diarak menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok, kemudian diarak menuju Mataram dan beberapa tempat lainnya di Nusa Tenggara Barat.

Kirab Obor Asian Games 2018 akan dimulai dari India yang kemudian diterbangkan menuju Indonesia. “Api abadi” itu akan mendarat di bandara Adisutjipto Yogyakarta, pada hari Selasa 17 Juli 2018. Obor Asian Games akan diinapkan di Yogyakarta selama tiga hari.

Sampai di Yogyakarta, api obor Asian Games ini akan diterima oleh Gubernur DIY. Api kemudian diinapkan di museum Dirgantara di Adisutjipto. Sebelum dibawa ke Prambanan, api terlebih dahulu mampir ke candi Boko. Kemudian, pada tanggal 18 Juli akan dilakukan pengambilan api abadi dari Mrapen, Purwodadi, Jawa Tengah yang akan dibawa ke Prambanan melalui Semarang.

Setelah disatukan, api akan diinapkan di pagelaran Kraton Yogyakarta. Kemuidan pagi harinya, tanggal 19 Juli api yang sudah disatukan itu akan dikirab keliling Yogyakarta. Rute kirab dimulai dari Pagelaran Kraton-Tititk Nol Kilometer kearah barat-PKU Muhammadiyah ke utara-Jalan Bhayangkara-Pasar Kembang ke timur ke Teteg Malioboro. Dari Teteg kemudian masuk ke jalan Malioboro-Titik Nol-jalan Senopati-Perempatan Gondomanan ke selatan-Pojok Beteng Wetan-Pojok Beteng Kulon (barat) ke arah utara-Ngabean-Ngampilan ke arah barat-Samsat-perempatan Pingit-Tugu. Di Tugu, api akan dilepas oelh Walikota Yogyakarta diserahkan ke Inasgoc untuk dibawa ke Solo.