Tiga Faktor Pengali Melejitnya Pertumbuhan IPM Kabupaten Sumbawa

IPM merupakan ukuran pertumbuhan dan perkembangan komponen dasar manusia

52
kali tampilan.
Logo BPS

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun ke tahun mengalami perubahan. Pada tahun-tahun sebelumnya, IPM ini didadasari oleh beberapa variable, salah satunya angka melek huruf. Tapi belakangan ini angka melek huruf ini tidak lagi digunakan dan dijadikan dasar dalam penentuan IPM.

Pemutakhiran terbaru pada tahun 2010, indikator dan variabel IPM mengalami perubahan. Hasil analisa UNDP menyatakan bahwa angka melek huruf tidak lagi relevan sebagai tolak ukur atau indikator IPM. Hal ini dikarenakan angka melek huruf bagi mereka yang sudah lanjut usia cenderung bersifat stagnan atau kurang mampu memberikan pengaruh dinamis dari tahun ke tahun, karena semakin tinggi usia semakin menurun kemampuan dan daya serap yang mereka miliki.

Indeks Pembangunan Manusia merupakan ukuran pertumbuhan dan perkembangan komponen dasar manusia.

IPM saat ini didasari tiga komponen dasar yaitu kesehatan, pendidikan dan pengeluaran

Adapun komponen kesehatan diukur dari besarnya indeks Umur Harapan Hidup (UHH), komponen Pendidikan diukur dari indeks Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), sedangkan komponen Pengeluaran diukur dari indeks Pengeluaran per kapita.

Umur harapan hidup dapat dijelaskan sebagai usia yang diharapkan dapat dicapai oleh bayi yang baru lahir untuk hidup dalam satuan tahun. Indeks Umur harapan hidup merupakan rasio dari selisih Umur Harapan Hidup dan umur harapan hidup minimum dengan selisih dari umur harapan hidup maksimum dan umur harapan hidup minimum dalam satuan tahun.

Harapan Lama Sekolah dapat dijelaskan sebagai besarnya atau lamanya waktu yang dapat dicapai dalam pendidikan formal pada masa mendatang pada usia tertentu dalam satuan tahun. Indeks harapan lama sekolah merupakan rasio selisih harpan lama sekolah dan harapan lama sekolah minimum dengan selisih harapan lama sekolah maksimum dan harapan lama sekolah minimum dalam satuan tahun. Sedangkan rata-rata lama sekolah dapat dijelaskan sebagai rata-rata lamanya mengenyam pendidikan formal pada usia 25 tahun ke atas dalam satuan tahun. Adapun indeks Rata-Rata Lama Sekolah dijelaskan sebagai rasio selisih RLS dan RLS minimum dengan selisih RLS maksimum dan RLS minimumnya.

Pengeluaran per kapita dijelaskan sebagai jumlah belanja yang dikeluarkan oleh suatu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota rumah tangga selama sebulan dibagi dengan jumlah anggota dalam rumah tangga tersebut. Indeks pengeluaran per kapita merupakan rasio selisih pengeluaran per kapita dan pengeluaran per kapita minimum dengan selisih pengeluaran per kapita maksimum dan pengeluaran per kapita minimum dalam satuan rupiah.

Adapun IPM kabupaten Sumbawa tahun 2017 jika dibandingkan dengan tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 1,46 persen. Hal ini berarti 0,29 persen lebih tinggi dari laju pertumbuhan IPM NTB sebesar 1,17 persen. Jika dilihat dari besarnya persentase pertumbuhan IPM kabupaten Sumbawa, dapat dijelaskan bahwa Sumbawa dari beberapa tahun ini terus berbenah dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan baik individu maupun masyarakatnya secara umum.

Karena Indeks pembangunan manusia dibangun oleh tiga komponen penting tersebut, dimana ketiga-tiganya memiliki peranan yang sama dalam peningkatan dan pertumbuhan nilai IPM. Masing-masing variabel tersebut memiliki kontribusi yang sama dalam penambahan nilai IPM. Artinya, jika nilai indeks dari masing-masing komponen diatas mengalami peningkatan, maka secara otomatis akan meningkatkan nilai IPM, dikarenakan ketiga indeks komponen tersebut menjadi faktor pengali (secara geometrik) dari besaran nilai indeks pembangunan manusia secara umum. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa peningkatan IPM Sumbawa tidak lepas dari perbaikan ketiga unsur tersebut.

Oleh karenanya, pertumbuhan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia ini, tidak hanya menjadi tugas perorangan, pemerintah maupun masyarakat, akan tetapi ini menjadi tugas bersama yang terus dan harus diupayakan dalam pencapaiannya, sehingga di masa-masa mendatang IPM daerah akan terus melaju dan bisa mendekati atau minimal menyamai nilai IPM NTB khususnya dan nasional umumnya.

 

Penulis: Yuni Handayani, S.Si
(KSK Lopok, BPS Kabupaten Sumbawa)