Tim Opgab Datang, Warga Jurang Koak Kosongkan Lahan Hutan TNGR

451
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Ratusan personel gabungan dari TNI,Polri, Brimob Polda,Polhut dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat.Pol.PP) Lombok Timur melakukan operasi gabungan (Opgab) penertiban lahan kawasan hutan Pesugulan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Senin (16|9).

Namun dalam penertiban itu tidak ditemukan satupun warga Jurang Koak yang menguasai lahan hutan TNGR di Pesugulan tersebut. Meskipun pada satu sisi banyak bangunan semi permanen sudah didirikan warga dan melakukan cocok tanam di kawasan tersebut.

Sementara sebelumnya antara pihak TNGR dengan Bupati Lotim,HM.Sukiman Azmy sempat terjadi mis komunikasi. Sehingga Bupati meminta untuk dilakukan penundaan kegiatan penertiban tersebut. Dengan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di lahan TNGR tersebut.

Namun setelah pihak TNGR bersama dengan Kapolres Lotim, AKBP Ida Bagus Made Winarta, SIK,Dandim 1615 Lotim,Letkol.Inf.Agus Priharto Donny dan Kepala Kesbangpoldagri Lotim,Salmun Rahman menghadap Bupati Lotim di kantornya.Guna menyampaikan masalah penertiban tersebut,setelah diberikan penjelasan akhirnya Bupati mempersilahkan pihak TNGR melakukan penertiban dengan menghindari terjadi bentrok.

‎Sementara nampak Kapolres Lotim, AKBP Ida Bagus Made Winarta, SIK,Dandim 1615 Lotim,Letkol.Inf.Agus Priharto Donny dan Kepala Kesbangpoldagri Lotim,Salmun Rahman, Kepala Balai TNGR NTB,Sudiyono,Kasat Pol.PP Lotim,Baiq Farida Apriani,Camat Wanasaba, Sabaruddin berada dilokasi kawasan TNGR pesugulan.

Dengan melihat kondisi dan situasi di lokasi tersebut.” Kalau bisa hindari terjadinya bentrok antara petugas dengan warga Jurang Koak yang berada di lokasi ini,” pinta Kapolres Lotim sambil dikuatkan oleh Dandim 1615 Lotim.

Kemudian Kepala Balai TNGR NTB, Sudiyono menegaskan pihaknya semaksimal mungkin untuk menghindari bentrok dalam penertiban ini. Dengan tentunya memberikan kesempatan kepada warga untuk membongkar bangunan semi permanen yang ada,termasuk tanaman yang ada untuk dipanen.

Dimana kesempatan itu akan diberikan sampai Selasa besok sekitar pukul 10.00 wita untuk melakukan pemongkaran sendiri atau dibantu. Karena kalau tidak maka petugas yang akan melakukan pembongkaran karena sudah diberikan kesempatan.

” Kalau sampai pukul 10.00 wita besok warga tidak mau membongkar,maka kami yang akan bongkar bangunan semi permanen yang masih berdiri di kawasan TNGR,” kata Sudiyono.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya akan mendirikan tenda dan membuat posko di lokasi lahan TNGR ini mulai sekarang sampai bulan Desember mendatang.Termasuk juga akan melakukan penghijauan di lokasi lahan TNGR pesugulan dengan menyiapkan sekitar 2000 buah bibit buah-buahan.

” Kami akan stanbay di lokasi sampai bulan Desember mendatang, sehingga kami minta warga untuk segera keluar dengan cara baik-baik,” tukasnya.

Sementara Camat Wanasaba,Sabarudin menegaskan pihaknya belum mendapatkan surat mengenai masalah penertiban ini,karena dirinya mengetahui dari Kapolsek Wanasaba sehingga pihaknya langsung datang ke lokasi.

Begitu juga pihaknya akan melakukan komunikasi dengan pihak Kades Bebidas mengenai masalah ini. Terutama mengenai masalah bangunan semi permanen yang didirikan warga di lahan TNGR ini, karena disuruh dibongkar oleh pihak TNGR,apalagi batas waktunya sampai besok.

” Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak Kades agar tidak ada yang dirugikan nantinya,” tegasnya.

Kemudian pihak TNGR terus melakukan himbauan melalui pengeras suara meminta agar warga yang masih berada didalam kawasan hutan pesugulan TNGR untuk segera keluar dan mengosongkan lahan tersebut.Dengan terus dilakukan secara berulang-ulang.‎

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.