Tindak Lanjuti Temuan Ombusman, Bupati Lotim Bentuk Tim Sosialisasi dan Evaluasi Program BPNT

38
kali tampilan.

LOTIM Lombokita – Menindak lanjuti hasil investigasi Ombudsman untuk memperbaiki pelaksanaan program sembako di Lombok Timur.

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menggelar rapat evaluasi dan koordinasi terkait penyaluran Program Sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang ditujukan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bersama Sekda, Kadis Sosial, Pimpinan Cabang BRI Selong, dan Direktur Lembaga Transparansi Rakyat di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur Senin (22/2).

Dalam kegiatan rapat tersebut, Bupat8 mengatakan, berdasarkan hasil investigasi Ombudsman Perwakilan NTB terkait penyaluran program sembako di Kabupaten Lombok Timur, terdapat sejumlah catatan, diantaranya, adanya e-warung yang menentukan jenis dan jumlah bahan pangan yang dijual ke KPM.

E-Warung sudah menerima paket bahan pangan dari penyuplai sesuai dengan perjanjian, dengan waktu pembelian sudah ditentukan.

” Hal ini menyebabkan KPM tidak bebas memilih jenis dan jumlah sesuai kebutuhan,” ungkapnya

Menurut Sukiman Kondisi ini dinilai bertentangan dengan Pasal 25 ayat (2) Peraturan Menteri Sosial Nomor 20 tahun 2019 tentang penyaluran BPMT.

“Tidak itu saja, ombusmen juga menemukan, kualitas dan kuantitas pangan yang buruk dan tidak sesuai jumlah,” sebutnya

Selain itu, kenaikan nilai BPNT dari Rp.150.000 menjadi Rp. 200.000 tidak diikuti bertambahnya bahan pangan sehingga ini bertentangan dengan prinsip 6T yaitu tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, tepat harga, dan tepat administrasi.

Sejumlah E-warungpun juga tidak memenuhi syarat dalam pedoman umum Bantuan Sembako.

” Banyak e-warung yang tidak menjual bahan pangan sebagai salah satu syarat pendirian e-warung.,” katanya

Pedoman umum menyebutkan bahwa e-warung menjual bahan pangan untuk KPM dan non KPM. Walaupun e-warung tidak harus menyediakan seluruh jenis bahan pangan, namun minimal harus menyediakan jenis bahan pangan yang termasuk sumber karbohidrat, sumber protein hewani, dan satu jenis bahan pangan lainnya.

“Tidak kompetennya e-warung berdampak pada kualitas bahan pangan yang dijual ke KPM, karena tidak melalui proses pengecekan kualitas,” jelasnya.

E-warung baru mengetahui, menurut Bupati, ketika KPM menyampaikan keluahan terhadap kualitas bahan pangan yang diterimanya.

Tidak itu saja, Ombudsman RI juga mempertanyakan BRI selaku bank penyalur dalam menetapkan, membina, mengawasi dan melakukan evaluasi terhadap e-warung.

Catatan lain yang di sampaikan Oumbusmen yaitu, adanya oknum Pendamping Sosial BSP Kecamatan yang melaksanakan tugas bertentangan dengan Peraturan Menteri Sosial Nomor 20 Tahun 2019 tentang Penyaluran BPNT dan Pedoman Umum Program Sembako.

: Pendamping tidak melaksanakan tugasnya sesuai yang tercantum dalam Peraturan Menteri sosial nomor 20 tahun 2019 tentang Penyaluran BPMT dan Pedoman Umum Program Sembako, dan Pasal 38 Permensos no 20 Tahun 2019 tentang tugas Pendamping Sosial Bantuan Sosial Kecamatan,” ucapnya.

Berdasarkan catatan tersebut, menurut Bupati, dirinya memutuskan akan mengambil langkah perbaikan agar sesuai dengan Permensos dan Pedoman Umum Program Sembako dengan evaluasi keberadaan seluruh e- warung dengan membuat Tim Evaluasi e-warung dan Tim Sosialisasi.

” Dengan adanya tim inu, diharapkan e-warung, TKSK, dan pendamping PKH memahami tugas dan wewenangnya berpedoman pada aturan yang ada,” katanya.

Pimpinan Cabang BRI Selong memanggapi hasil temuan oumbusmen tersebut, menyebut akan bertanggung jawab penuh dan menindaklanjuti e-warung yang tidak sesuai dengan pedoman umum yang ada.

Ia berjanji akan mengumpulkan seluruh e-warung pada minggu ini untuk evaluasi.

” e-warung yang tidak memenuhi standar setelah pemberian batas waktu akan diberhentikan,” tegasnya

Batas waktu tindak lanjut perbaikan dan pertanggung jawaban hasil evaluasi Ombudsman terhitung 30 hari, terhitung setelah 14 hari hasil investigasi ombudsman diberikan kepada Pemda.

- Adv -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.