Tokoh Masyarakat: Ayo Polisi Serius Usut Perusak Nama Bandara Lombok!

499
kali tampilan.
Salah seorang tokoh masyarakat lingkar bandara Lombok, Ustaz H. Fathi Dikla Azkary
Loading...

LOMBOKita – Salah seorang tokoh masyarakat lingkar bandara Ustaz HM. Fathi Dikla Azkary meminta aparat kepolisian serius mengusut perusakan plang nama bandar udara di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu.

Hal itu ditegaskan HM Fathi yang juga pengasuh Ponpes Mi’rajussibyan Selanglet
melihat progres kasus tersebut sampai saat ini polisi belum mengamankan pelaku.

Padahal, katanya, identitas pelaku sudah jelas dalam video yang beredar di media sosial. Fathi juga berharap dalang intlektualnya diusut tuntas.

“Kami harapkan itu supaya tidak ada kesan dan citra buruk aparat penegak hukum. Jangan sampai kepercayaan masyarakat hilang jika polisi tidak serius,” tegas HM Fathi melalui siaran tertulis yang diterima Lombokita.com, Rabu (6/01/2021).

Ia menilai, langkah pihak kepolisian melakukan pendekatan sosial dengan berdiskusi dengan masyarakat untuk mengurai persoalan ini sangat baik, hanya saja masyarakat butuh langkah kongkrit dengan penanganan yang dilakukan.

Loading...

Untuk diketahui juga, menurut Fathi, masyarakat Selanglet sebagian besar eks pemilik lahan. “Termasuk saya dulu punya tanah 1,2 hektar, belum yang lain. Jadi kalau ikut logika orang yang menolak, seharusnya kami yang paling berhak menolak maupun menerima,” tegas Fathi.

“Ayo serius pak polisi, jangan ada kesan sekedar gugurkan kewajiban, karena pantauan kami selama dalam proses penanganan oknum perusak beredar kabar dan kesan tidak serius,” ajaknya.

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel

Ia juga menyinggung soal pemasangan plang nama di pintu masuk bandara tidak ada persoalan jika aparat mengawal dan mengerahkan pasukannya karena hal itu merupakan keputusan pemerintah pusat.

Kalaupun ada yang mempermasalah soal prosedur dan proses pengusulan sudah terang benderang dijelaskan oleh Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Bayu Windia.

“Saya meyakini sebenarnya tidak ada masalah di lapangan, maka sebenarnya sangat bisa dilakukan pemasangan nama bandara ini tetapi karena masuknya beragam kepentingan, maka seperti yang kita lihat sekarang,” tegasnya.

Sebagai solusi, ia mengajak semua pihak untuk tabayyun, saling menghargai sebagai upaya bersama membangun daerah. Kondusivitas daerah, utamanya Lombok Tengah harus dijaga karena disitu akan ada event kelas dunia diselenggarakan.

“Jangan sampai ini ada upaya oknum-oknum yang ingin melihat Lombok Tengah dan NTB tidak aman, lalu berimbas gagalnya event itu gara-gara kondusivitas,” ucapnya sembari mengajak masyarakat dan semua pihak untuk berkomitmen memajukan daerah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.