Truk Pengangkut Motor Bodong Asal Surabaya Ditangkap di Mataram

198
kali tampilan.
Kapolres Mataram AKBP Muhammad
Loading...

LOMBOKita – Petugas Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, menangkap sebuah truk yang diduga mengangkut kendaraan roda dua bodong hasil selundupan dari Surabaya, Jawa Timur.

Kapolres Mataram AKBP Muhammad di Mataram, Sabtu, mengatakan, truk yang mengangkut delapan kendaraan roda dua tanpa dilengkapi dokumen kendaraan tersebut, diamankan petugas ketika melintas di Jalan Raya Dasan Cermen.

“Sudah kita amankan, barang bukti (kendaraan roda dua) masih kita inventarisasi,”ucapa Muhammad.

Setelah proses inventarisasi selesai, termasuk pemeriksaan sopir truk angkutnya yang berinisial NU (44) asal Kabupaten Dompu, Polres Mataram berencana akan mengoordinasikan temuan kasus ini kepada Polda Jawa Timur.

“Apakah barang bukti (kendaraan roda dua) ada kaitannya dengan tindak kejahatan di Surabaya, Jawa Timur, nantinya akam kita koordinasikan lagi,” ujarnya.

Loading...

Hal itu diungkapkannya setelah melihat seluruh pelat nomor polisi dari delapan kendaraan yang diamankan petugas, diketahui berasal dari Surabaya (L).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pengakuan NU, delapan kendaraan roda dua tanpa kelengkapan dokumen tersebut akan dikirim ke Kabupaten Bima.

Modus penyelundupannya terbongkar setelah pihak kepolisian menerima informasi lapangan. Delapan kendaraan roda dua diselundupkan dengan menyembunyikannya di antara tumpukan belasan ribu kardus penyedap masakan.

Untuk satu kendaraan roda dua, NU mengaku mendapat bayaran Rp400 ribu dari dua orang pemilik yang berasal dari Kabupaten Dompu. Identitas pemiliknya, pihak kepolisian telah mengantonginya dari keterangan NU.

“Jadi masih ada empat truk lagi yang modusnya sama, membawa motor bodong dari Surabaya tujuan Dompu. Ini yang masih di kejar anggota kami di lapangan,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.