Uji Terbang Pesawat N219 Momentum Kebangkitan Indonesia

119
kali tampilan.
Pesawat N219
Pesawat N219 Indonesia

LOMBOKita -Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan keberhasilan uji terbang perdana purwarupa pertama pesawat N219 di Landasan Pacu Bandara Husein Sastranegara Bandung, menjadi momentum kebangkitan riset dan teknologi Indonesia.

“Dengan keberhasilan uji penerbangan perdana N219 ini kita bisa nyatakan ini hari kebangkitan teknologi kedua setelah (pesawat N250),” kata Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin, pada jumpa pers “first flight” purwarupa pertama pesawat N219 di Bandung, Rabu.

Ia menuturkan LAPAN dan PT Dirgantara Indonesia mulai berkoordinasi untuk perencanaan membuat dan merancang Pesawat N219 sejak tahun 2014.

“Tahun 2014 mulai kerja besar. Waktu itu mulai dibuatkan dan ditetapkan N219 dengan membuat empat pesawat dengan rincian untuk uji terbang dan uji coba di darat,” paparnya.

Pesawat N219
Uji terbang N219 di Landasan Pacu Bandara Husain Sastranegara Bandung/Foto:Republika

Ia menuturkan sebelumnya Kepala LAPAN Bambang Setiawan selalu mengingatkan dirinya agar Pesawat N219 tidak hanya sebatas purwarupa.

“Pak Bambang terus mengingatkan saya ini (Pesawat N219) ini harus benar-benar sampai terbang, jangan cuma sebatas prototipe semata. Ini yang jadi semangat bagi kami,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan LAPAN berencana akan mengembangkan Pesawat N219 hingga versi amfibi, agar pesawat ini bisa mendarat di pulau kecil.

“Kita ingin ini (Pesawat N219) untuk pulau-pulau kecil jadi konektivitas yang jaraknya dekat. N219 ini akan kita kembangkan versi amfibinya supaya bisa mendarat di pulau kecil yang tak ada landasannya, bisa mendarat di pantai,” tuturnya.

Pada Rabu, 16 Agustus 2017 sekitar pukul 09.00 WIB, Kepala LAPAN menyaksikan langsung keberhasilan uji coba penerbangan perdana dari purwarupa pesawat pertama N219 yang digagas dan dirancang oleh PT DI dan LAPAN di Landasan Pacu Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Thomas mengaku bangga karena pengerjaan Pesawat N219 seluruhnya dilakukan oleh teknisi asal Indonesia.