Unicef Bantu Lotim Tangani Krisis Air Bersih

280
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Kasus krisis air bersih yang dialami masyarakat Lombok Timur,  UNICEF hadir bersama Yayasan Masyarakat Peduli (YMP) NTB dalam mengatasi persoalan krisis air bersih dan sanitasi tersebut. Diantara yang menjadi sasaran bantuan air bersih dan sanitasi ini yaitu, wilayah Sembalun, yakni di Desa Bilok Petung, Sembalun Lawang dan Timba Gading.

Kehadiran UNICEF tersebut diterima langsung Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy dan Wakil Bupati Lotim, H. Rumaksi, Kamis malam lalu di Pendopo Bupati dengan CFO Unicef NTT dan NTB Ann Thomas, CSD specialist Unicef NTT dan NTB Dr. Vama Chisnadarmani, MPH, Wash Officer, Rosita La Ode Pado, Baiq Rini Septiani, konsultan Wash Unicef NTB, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Bapeda Provinsi NTB dan sejumlah  pimpinan organisasi Perangkat Daerha (OPD).   Termasuk juga Camat Sembalun, Kepala Desa Sembalun, Sembalun Lawang, Bilok Petung, dan Timba Gading, serta Tim dari Yayasan Masyarakat Peduli (YMP) NTB.

Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana bersama Penanganan Kedaruratan Pelaksanaan Program Air Bersih, Sanitasi secara Berkelanjutan. Lotim diketahui saat ini masih berbenah pasca kejadian gempa. Akibat gempa ini, banyak menimbulkan kerugian.

“musibah yang dialami Lotim ini, sengsara namun membawa nikmat. Pascagempa, banyak pihak telah memberikan kontribusinya dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi,” ungkap Sukiman.

Menurut Sukiman, Unicef diakui memiliki kontribusi terbesar bagi masyarakat Lombok Timur. “Atas nama masyarakat dan pemda Lombok Timur, terutama di daerah-daerah yang terkena dampak positif dari kegiatan ini Ia menyampaikan terimakasih yang mendalam kepada Unicef, termasuk kepada YPM yang telah berkenan memfasilitasi dan mengatasi kesulitan masyarakat,” ucapnya..

Loading...

Dikatakan Orang nomor satu di Lotim ini, untuk merekontruksi kerusakan akibat bencana tersebut, membutuhkan  dana yang besar mengatasi persoalan, apalai persoalan air bersih dan masalah lainnya pascagempa. Pemda  Lotim dalam hal ini jelas tak akan mampu mengatasinya sendiri, sehingga dibutuhkan kolaborasi.

Kolaborasi tiga pihak, yakni Unicef, Pemerintah Daerah Lotim dengan APBD, dan Pemerintah Desa melalui APBDesnya diyakini akan bisa mengatasi masalah yang akan ditangani. Disebut terkumpul dana sebesar Rp 5 miliar. Menurut Bupati, ini adalah konsep yang baru dan pertama kali dilaksanakan. Tujuan utamanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Disebut, banyak mata air yang belum tertata manajemennya dengan baik di Kabupaten Lotim. Kedepan tentunya mata air yang ada  diwilayah utara Lotim bisa dialiri ke wilayah Lotim bagian Selatan. Harapannya, semua  dapat berjalan sesuai target.

Ketua Yayasan Masyarakat Perduli (YMP) NTB, Hj. Ellena Khusnul Rakhmawati, menyampaikan target penanganan sanitasi dan air bersih akan dilakukan di 4 desa di Kecamatan Sembalun diharapkan dapat terlaksana dengan baik.”Kolaborasi dengan instasni terkait sangat di harapkan juga,” katanya

Dituturkan, tanggal 10 Mei 2019 lalu sudah digelar penandatanganan kerjsama. Ia berharap, kerjasama ini bisa berjalan dengan baik dan bisa dilaksanakan sesuai dengan cita-cita bersama. Masyarakat di empat desa di Sembalun ini bisa menikmati air bersih.

 

Kepala Kantor Perwakilan UNICEF NTT dan NTB, Yudhistira Yewangoe menyebut program UNICEF mengacu pada hak anak-anak. Dimana masyarakat mengalami trauma fisik dan sifikis terutama anak-anak. Unicef merasa terpacu  untuk mendukung Pemerintah Lotim memulihkan Daerah dan masyarakat terutama anak-anak. “Kami melihat ada satu komitmen yang luar biasa dari Pemda Lotim untuk memakmurkan kembali kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Dikatakan,  ketika kegiatan ini sudah berhasil maka akan Unicef perkenalkan program ini pada Daerah-daerah lain. Semangat dan komitmen dari Pemerintah adalah suatu faktor kunci keberhasilan dari suatu program. “Jika tidak ada komitmen dan semangat maka tidak akan membuahkan hasil,” paprnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.