Ustadz Zabir: Tolak Faham Radikalisme dan Terorisme di NTB

115
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Madinah Kabupaten Bima, Ustadz Zabir menegaskan mendukung Polri tolak faham radikalisme dan terorisme di NTB. Tidak menginginkan masyarakt lupa terhadap pemahaman ajaran Islam, sehingga terhindar dari faham faham radikalisme.

“Kita tidak menginginkan lupa terhadap ajaran Islam, yang mana apabila masyarakat tidak faham Islam pasti mereka melakukan keonaran,” ucap Ustadz Zabir, di Bima, Selasa (19/6/2018).

Terkait revisi Undang Undang (UU) Terorisme yang telah disahkan pemerintah, Ustadz Zabir mengingatkan pemerintah terutama aparat kepolisian jangan sampai bertindak berlebihan dalam menerapkan UU terorisme di tengah masyarakat.

Menurutnya, dikhawatirkan dengan adanya UU terorisme, nantinya bisa saja belum terbukti berbuat masyarakat sudah ditangkap serta ditekan dan ditakuti, akhirnya masyarakat takut belajar islam.

Umat islam menurut pimpinan ponpes Al Madinah ini, setuju dengan aturan atau UU terorisme itu, dan kalau umat islam pelaku teror sudah habis NKRI ini.

Loading...

“Kalau posisi petinggi kita bijak insya Allah akan aman. Kadang orang kecewa sehingga terjadilah tindakan tersendiri, karena masyarakat dibawah sudah sangat pintar. Jihad tidak bisa dihilangkan dalam islam karena ada dalam Al Quran dan lebih mengerucut lagi bahwa jihad itu memang perang tapi melihat situasinya,” katanya menjelaskan.

Terkait kejadian pengeboman yang terjadi saat ini, menurut Ustadz Zabir, adalah dilakukan oleh oknum yang muncul dari pemahaman ekstrim yang bertindak sendiri seakan akan mewakili ajaran islam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.