Vaksin Covid-19 Segera Tersedia di Seluruh Puskesmas di Lombok Timur

44
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur siap melaksanakan vaksinasi Covid-19 dan penegakan protokol kesehatan.

“Coldchain untuk menjamin efektivitas vaksin telah tersedia, termasuk vaksin carier dipastikan akan segera tersedia di semua Puskesmas,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur dr H Hasbi Santoso usai Rapat Koordinasi Kesiapan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 dan Kesiapan Penegakan Protokol Kesehatan bersama Bupati, Selasa (4/1/2021).

Menurutnya, selain fasilitas pendukung, sumber daya manusia seperti tenaga vaksinator juga telah tersedia di semua Puskesmas.

“Masing masing Puskesmas akan dilengkapi dengan tenaga vaksinator,” katanya.

Dikatakannya, untuk mensukseskan kegiatan vaksinasi ini, penkab telah melaksanakan sosialisasi, melalui masjid masjid.

Loading...

Disinggung terkait kemungkinan adanya kejadian pasca vaksinasi, Hasbi menjelaskan seperti halnya semua imunisasi dan vaksinasi, pada vaksinasi covid-19 berdasarkan data yang ada, umumnya hanya berupa demam ringan.

Ia memastikan kalaupun terjadi dampak signifikan akan menjadi tanggung jawab Pemerintah, dan Lombok Timur dijadwalkan mendapat distribusi vaksin pada 10 Januari mendatang.

Pada Rapat Koordinasi yang dipimpin Menteri dalam Negeri Tito Karnavian yang berlangsung secara virtual pada Selasa (5/1) tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga berharap Pemerintah Daerah memastikan seluruh fasilitas dan layanan kesehatan, termasuk klinik swasta, dan praktik dokter mandiri telah mendaftar di aplikasi P-care BPJS untuk pelaksanaan vaksinasi.

Data terakhir menyebutkan, untuk Provinsi NTB jumlah fasilitas kesehatan yang sudah mendaftarkan diri di aplikasi P-Care baru mencapai 60%. Vaksinasi pertama rencananya akan dilaksanakan Rabu (13/1) mendatang di tingkat pusat, disusul di tingkat Provinsi hari berikutnya.

Rapat Koordinasi ini juga membahas upaya penegakan protokol kesehatan. Kepala BNPB Doni Monardo meminta diaktifkannya kembali posko terpadu, dan mendorong terbentuknya posko hingga ke tingkat RT/RW, minimal hingga desa dan kelurahan.

Hal ini mengingat masih terjadinya kasus baru covid-19 yang mengalami peningkatan di sejumlah Provinsi. Terlebih tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan juga secara umum masih kurang dari 60%.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.