LOMBOKita – Nilai tukar rupiah berakhir melemah 35 poin atau 0,25% di Rp13.948 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan hari ini.

Pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini cenderung melemah. Nilai tukar rupiah dibuka melemah 15 poin atau 0,11% di Rp13.928 per dolar AS pada perdagangan hari ini

Nilai tukar rupiah stagnan di Rp13.948 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada akhir sesi I.

Berdasarkan data jisdor dan kurs Tengah juga melemah pads sesi dagang hari ini.

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.936 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor).

Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau menempatkan Jisdor di Rp13.936 per dolar AS, terdepresiasi 59 poin atau 0,42% dari posisi Rp13.877 pada Senin (30/4).

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Rabu (2/5/2018) di Rp13.936 per dolar AS, terdepresiasi 59 poin atau 0,42% dari posisi Rp13.877 pada Senin (30/4).

Kurs jual ditetapkan Rp14.006 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.866 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.

Sebelumnya, pergerakan rupiah diprediksi akan lebih mixed dengan kecenderungan menguat terhadap dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan secara eknikal indikator stochastic, RSI dan Williams %R pada USDIDR daily chart terlihat sudah menunjukkan jenuh beli atau overbought sehingga memberikan indikasi bahwa dolar AS akan berpeluang terdepresiasi terhadap rupiah.

Secara domestik, para pelaku pasar akan mencermati data inflasi bulanan, tahunan, maupun data inflasi inti per April yang diproyeksikan tetap stabil dengan kecenderungan menguat, sehingga menggambarkan pulihnya kondisi tingkat daya beli. Hasil perilisan data inflasi tersebut yang sesuai atau bahkan diatas ekspektasi diharapkan akan memberikan katalis positif bagi rupiah.

Sementara itu, adapun para pelaku pasar global akan mencermati data US ADP Non-Farm Employment Change yang diproyeksikan turun dari 241.000 menjadi 200.000. Apabila hasilnya sesuai ekspektasi, maka hal ini diharapkan akan memberikan sentimen negatif bagi dolar AS, sehingga secara tidak langsung akan memperkuat posisi rupiah.

Namun demikian, sesungguhnya yang perlu diperhatikan ialah terkait dengan kebijakan the Fed dalam menetapkan tingkat suku bunga acuan pada Rabu, 2 Mei waktu setempat yang diproyeksikan akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level 1,75%.

“Range USDIDR hari Rabu ialah: 13.930 hingga 14.020,” demikian tulis risetnya.