Waduh, Pengungsi Korban Gempa Beli Air Bersih, Kok Bisa?

315
kali tampilan.
Anggota Brimob Polda NTB melakukan drofing air bersih ke wilayah Sajang Kecamatan Sembalun

LOMBOKita – Para pengungsi korban gempa bumi yang masih tinggal di tenda-tenda darurat di wilayah Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, terpaksa membeli air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari di tempat pengungsian yang terbuat dari terpal.

“Untuk memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari di tempat pengungsian, kami terpaksa mengeluarkan receh untuk membeli air bersih,” kata para pengungsi Desa Sajang sambil mengeluhkan minimnya bantuan air bersih dari posko induk Sembalun.

Hal tersebut juga dibenarkan kordinator posko dua Desa Sajang, Suryawadi mengeluhkan dengan minimnya air bersih yang di drofing untuk kebutuhan sehari-hari bagi para pengungsi di tempat kali. Maka tentunya kami bersama warga pengungsi terpaksa membeli air bersih di wilayah Sembalun agar bisa digunakan guna keperluan untuk memasak,sholat maupun lainnya.

Sementara kalau hanya memanfaatkan droping air dari petugas tanggap darurat yang ada di posko induk kecamatan Sembalun, tidak bisa diharapkan karena juga banyak yang diurus.

“Sampai saat ini ada sekitar ratusan ribu uang kami yang telah keluar untuk membeli air bersih di pengungsian, kalau tidak percaya ada catatannya,” ujar Wadi.

Selain itu, lanjutnya, untuk hari pertama itu hanya sekali disuplai air bersih ke tempat pengungsian kami. Akan tapi itupun juga tidak sampai kemana-kemana sudah habis,karena saking butuhnya air bersih bagi korban pengungsian.

Bahkan mobil tangki-tangki air ada  yang mangkal di posko induk di Sembalun,akan tapi kenapa tidak dibawa ke saja ke Sajang yang membutuhkan air.

” Kalaupun ada yang mengatakan sudah dirofing air ke Sajang itu bohong,karena nyatanya kami masih limit air besih sehingga kami membeli,” keluhnya.

Sementara itu juru bicara Pemkab Lotim, Ahmad Subhan mengatakan mengaku sudah didropkan sejak dua hari lalu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pakai mobil tangki air.

Termasuk juga  di Kokok Putek, Bile Petung,Reguar,namun begitu harap di maklumi karena mobil tangki yang beroperasi dua unit. Dimana satu unit di dapur umum Obel-obel dan satu unit keliling, sedangkan armada air bersih BPBD hanya empat unit,akan tapi dua yang rusak.

” Kok bisa gitu yang padahal sudah di drofkan airnya menggunakan tangki, ” kata Ahmad Subhan herannya.

Sementara sebelumnya dari Anggota Brimob Polda NTB telah mendrofingkan air bersih ke warga Desa Sajang yang dalam pengungsian membutuhkan air bersih. Dengan menggunakan mobil truk PPH Brimob.

Setelah menerima keluhan dari korban pengungsian terkait dengan limitnya air bersih yang digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya di lokasi pengungsian.

” Korban mengeluhkan air bersih makanya kami langsung mendatangkan air bersih dengan menggunakan mobil truk PPH Brimob,” tegas Kaden B Satbrimob Polda NTB, kompol Bambang Yudi Wibowo,S.ik.

Keterangan Foto Anggota Brimob Polda NTB melakukan drofing air bersih ke wilayah Sajang Kecamatan Sembalun.