Wagub NTB Buka Simposium Antar Bangsa

102
kali tampilan.
Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd
Loading...

LOMBOKita – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd membuka Simposium Antar Bangsa, Seminar dan Workshop Trauma Healing Pasca Gempa dengan tema “Developing Holistical Psychology After The Earthquake Tragedy“, di Gedung Birrul Walidain Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pancor, Lombok Timur, Minggu (24/3/19).

Acara yang diselenggarakan atas inisiasi tiga pihak yakni Yayasan Pendidikan Hamzanwadi, Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia, dan Persatuan Konselor Pendidikan (PEKA) dari Malaysia dalam rangka membahas kontribusi terkini atas dampak gempa yang telah melanda NTB beberapa waktu lalu.

Mengawali sambutannya, Wagub mengungkapkan bahwa agenda ini penting untuk menyumbangkan ide dan pikiran terutama kepada saudara/i korban gempa.

Wagub menguraikan, dari sisi ‘fisik’, pemerintah pusat RI telah memberikan banyak bantuan kepada seluruh korban gempa, baik yang (rumahnya) rusak berat, sedang, dan ringan. Akan tetapi, bencana tidak hanya menyerang fisik, melainkan juga menyerang mental.

Rohmi Djalilah menegaskan, masyarakat harus diedukasi dengan baik agar benar-benar siap menghadapi segala bentuk bencana dan diedukasi bagaimana mengatasi trauma.

“Kami selaku pemerintah provinsi NTB sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ungkap Wagub yang juga Rektor Universitas Hamzanwadi Lombok Timur itu.

Wagub juga menegaskan, masyarakat harus mengingat NTB berada di jalur ring of fire, artinya rawan bencana terutama gempa. Kondisi ini membuat masyarakat harus waspada dan mempersiapkan diri terutama terkait kontruksi rumah.

“Kewajiban kita adalah membangun rumah yang strukturnya tahan gempa. Sistemnya juga harus disiapkan guna mengantisipasi setiap bencana yang ada”, tegas Wagub.

Pada kesempatan itu, Wagub juga menjelaskan, saat ini pemerintah provinsi NTB tengah gencar mengkampanyekan program NTB Zero Waste.

“NTB harus bersih, tidak boleh lagi sampah di buang ke sungai maupun ke laut. Masyarakat harus mulai memilah mana sampah organik dan mana anorganik. Hal ini semata agar sampah yang ada kelak dapat mendatangkan manfaat,” jelas Wagub mengakhiri sambutan seraya melakukan pemukulan gendang sebagai tanda dimulainya kegiatan Simposium Antar Bangsa itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.