LOMBOKita – Calon Gubernur nomor urut 3, Dr. H. Zulkieflimansyah kembali menyapa masyarakat Kabupaten Bima. Perjalanannya kali ini dimulai dari Kecamatan Woha pada Senin, (7/5/2018).

Selama 3 hari, Doktor bercengkrama dengan masyarakat Bima, mengunjungi 6 kecamatan yakni Woha, Belo, Pali Belo, Lambitu, Bolo, dan Wawo. Hingga Rabu tanggal 9/5/2018) malam sudah lebih dari 40 titik disambangi.

Anggota DPR RI 3 periode ini merasa bahagia bisa mengunjungi Kabupaten Bima kesekian kalinya. Ia membeberkan, banyak yang bertanya, “Apakah Pak Doktor tidak capek, setiap hari berangkat pagi-pagi, turun ke kampung dan dusun-dusun, pulang hingga larut malam?”.

Ia menjelaskan, blusukan turun ke kampung-kampung menyapa masyarakat memang gampang diucapkan tapi susah dilaksanakan. Ia mengakui bahwa sebagai manusia pasti merasa lelah tapi kelelahan itu seketika hilang ketika mendengarkan aspirasi masyarakat.

Baginya, itulah yang selalu membahagiakan, saling berbagi pengalaman dengan masyarakat dan melihat masalah dari berbagai sudut pandang. “Tanpa sekat, kami duduk bersama membincangkan kebaikan – kebaikan, membincangkan masa depan NTB, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, demi NTB tercinta,” ungkapnya.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengibaratkan NTB seperti menjangan dan macan dalam sebuah puisi yang berjudul Every Morning in Asia. Seekor menjangan bangun dari peraduannya. Dia sadar, dia harus berlari lebih cepat dari macan yang paling cepat. Kalau tidak dia akan terbunuh. Pada saat yang sama, macan juga bangun dari peraduannya. Dia harus berlari lebih cepat dari menjangan yang paling lambat. Kalau tidak dia akan kelaparan.

“Dalam hidup itu, tidak peduli anda menjangan atau macan, ketika fajar mulai menyingsing, anda harus segera berlari. NTB ke depan seperti menjangan dan macan dalam puisi tersebut. Dalam organisasi modern, NTB mesti dikelola secara organik sebagai sebuah sistem yang besar. Siapapun yang memimpin NTB nanti, harus mengerti gambaran besar NTB itu seperti apa. Hanya yang mengertilah, yang bisa membuat NTB berlari lebih kencang,” ungkap Doktor Zul.

Salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Wawo, Atalib H. Hamzah yang berpofesi petani mengaku takjub mendengar cerita perjalanan Doktor Zul selama kampanye. Menurutnya, hanya orang yang memiliki stamina dan motivasi luar biasa yang bisa melakukan kampanye, turun ke kampung-kampung menyapa seluruh masyarakat NTB.

“Kami siap lahir batin memenangkan Zul-Rohmi sebagai Gubernur NTB 2018. Inilah yang menarik buat kami masyarakat disini, dari dulu kami ingin menatap langsung Bapak. Kami sudah menyiapkan panggung disini dengan ikhlas untuk mengantarkan Bapak menjadi gubernur NTB 2018,” tegasnya.

Ia melanjutkan, dimatanya Doktor Zul manusia biasa yang mengerti maksud rakyat. Dengan dedikasi yang dimiliki, insya Allah akan memakmurkan kehidupan rakyat provinsi ini.

“Adalah tanggung jawab kita bersama mengantarkan Doktor Zul menjadi Gubernur NTB 2018. Banyak program pemerintah di NTB Pasca TGB harus dilanjutkan,” tutupnya.