Warga Gili Meno dan Air Setuju Penertiban, dengan Syarat…

LOMBOKita – Rencana pemerintah Kabupaten Lombok Utara melakukan penertiban roi pantai Gili Meno dan Gili Air mendapat respon positif dari masyarakat setempat.

Bahkan, warga ingin membongkar sendiri bangunannya asalkan pemerintah daerah memenuhi syarat yang diajukan para warga.

Menurut Kepala Desa Gili Indah H. M taufiq mengatakan, masyarakat akan legowo membongkar sendiri bangunannya juka pemerintah telah memiliki Grand Design jelas terhadap rencana tata rencana untuk relokasi warga.

“Setelah bangunan warga itu dibongkar, pemerintah juga diminta segera membangun. Jangan setelah dibongkar terus diabaikan,” tandas HM Taufiq.

Hal itu dipersyaratkan, kata Kepala Desa, karena warga masih mengingat penertiban roi pantai di gili Trawangan, namun setelah ditertibkan, lahan tersebut malah tak kunjung ditata sampai saat ini.

Syarat lain yang diajukan warga, adalah adanya tanah yang telah bersertifikat bagaimana mekansme ganti rugi agar masyarakt tidak dirugikan.

Masyarakat Gili Meno dan Gili Air juga meminta kepada pemeritah agar tegas terhadap pengusaha, jika sudah dibongkar jangan ada lagi yang boleh berdagang walaupun memakai kursi di pinggir pantai.

“Masyarakat Gili Meno maupun Gili Air tidak mau setelah penertiban malah membuat pantai tabah kumuh yang berakibat pada kujungan wisatawan di dua gili tersebut,” kata Kepala Desa.

Komentar Anda