Warga Menolak Poltekpar, Samsul Qomar bilang Aneh

118
kali tampilan.
Lahan pembangunan Kampus Politeknik Pariwisata Lombok

LOMBOKita – Pembangunan Kampus Politeknik Pariwisata Negeri Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlokasi di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah akan dimulai 10 Agustus 2017 mendatang.

Namun sejumlah warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan tersebut masih menolak dan meminta pembangunan ditunda sampai persoalan lahan clear and clean.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Tengah, M. Samsul Qomar mengaku geli melihat ada pihak-pihak yang menolak rencana pembangunan kampus Poltekpar Lombok itu.

“Aneh aja saya lihat. Mau dibangunkan tempat menuntut ilmu kok malah ditolak,” kata Samsul Qomar di ruang kerjanya, Selasa (8/8/2017).

Berita terkait:

Komisi II Dukung Pembangunan Poltekpar Lombok

Warga Puyung Dukung Pembangunan Poltekpar Lombok

Pembangunan Kampus Poltekpar Lombok Dimulai 10 Agustus

Politisi Partai Demokrat ini bahkan merasa aneh, lantaran setiap ada pengerjaan yang nilai proyeknya cukup besar di daerah ini, selalu ada pihak yang merasa dirugikan sehingga melakukan upaya penolakan jelang pembangunan dimulai.

“Bukan kali ini saja, setiap akan dimulai pembangunan pasti mendapat penolakan. Contoh saja di bandara Lombok dan KEK Mandalika Resort, dulu juga ditolak saat mau dibangun. Menolaknya itu selalu sesaat sebelum groundbreaking,” ketus Samsul Qomar.

Karena itu, dia meminta pemerintah daerah untuk bersikap tegas mengatasi persoalan ini. Jangan sampai rencana pembangunan yang telah disusun secara matang oleh pemerintah, justeru dihalang-halangi.

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.