Warga Ungga Mundur dari PKH Setelah Sukses jadi Pedagang

267
kali tampilan.
Loading...


LOMBOKita – Namanya Hj Sainiah, salah satu warga Dusun Ampan Lolat Desa Ungga Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Ia terdaftar sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH) sejak tahun 2016.

Namanya keluar sebagai penerima manfaat program dari Kementerian Sosial (Kemensos) itu (PKH), karena sejak tahun 2011 ia terdaftar sebagai masyarakat yang kurang mampu dan masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos.

Sehari-hari ia menekuni pekerjaannya sebagai pedagang. Profesi itu ditekuni sudah dari dulu sejak mulai bermodalkan nol rupiah, keliling kampung dari rumah ke rumah menajajakan dagangannya. Ketekunannya dalam dunia dagang mengantarkannya menjadi pedagang yang sukses.

“Dulu saya jualan keliling dari kampung ke kampung. Modal sedikit. Alahmdulillah sekarang sudah punya kios untuk menaruh barang dagangan saya”, tutur ibu dari satu anak ini.

Terhitung sejak tahun 2018 yang lalu, Hj Sainiah berhasil membangun kios di depan rumahnya. Berbagai dagangan dijajakan, mulai dari pakaian anak-anak dan dewasa, perlengkapan dapur, hingga sembako.

Loading...

Saat ini omset penjualannya kalau dirata-ratakan mencapai Rp10-30 juta dalam sebulan.

“Ndak banyak kok. Dalam sehari saya jualan bisa dapat 300 ribu sampai 1 juta. Tapi itu bukan untung bersih lho ya. Itu hasil jualan keseluruhan”, bebernya saat ditanya oleh petugas PKH.

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel

Dari keterangan pendamping PKH, Rapii, diperoleh keterangan bahwa komponen keluarga dari Hj Sainiah yang masuk dalam kategori PKH ada dua yakni anak usia sekolah jenjang SMP/Mts dan kategori lanjut usia (Lansia) atas nama H. Mahdi (suaminya).

“Beliau ini setiap tahap (tiga bulan sekali) dapat bantuan dengan nominal 975 ribu rupiah atau setiap bulan dapat 325 ribu rupiah. Karena komponen kategorinya ada dua yaitu anak usia SMP dan Lansia”, jelas pendamping PKH.

Karena merasa dirinya saat ini telah mampu atau sejahtera, maka di dihadapan para petugas PKH ia menyatakan dirinya mundur dari kepesertaan PKH. Ia merasa dirinya sudha tidak layak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Untuk melengkapi berkas pengunduran diri, Hj Sainiah menandatangani surat pernyataan bahwa dirinya mundur dari kepesertaan PKH secara sukarela atau dengan istilah graduasi mandiri di hadapan para petugas PKH yakni Koordinator WIlayah NTB, Koordinator Kabupaten Lombok Tengah dan sejumlah pendamping PKH Kecamatan Praya Barat Daya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.