Waspada, Pelaku Curanmor Bisa Getok Ulang Nomor Mesin

Mono mengaku alat getok itu dibawa dari Korea saat menjadi TKI

444
kali tampilan.
Kapolres Lombok Tengah AKBP Kholilul Rochman memasangkan salah seorang pengedara helm saat sosialisasi kesadaran berlalulintas di simpang pertokoan Praya

LOMBOKita – Kapolres Lombok Tengah AKBP Kholilul Rochman mengungkapkan, selama pelaksanaan operasi Jaran Gatarin 2018, pihaknya berhasil mengungkap 37 kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

“Selama Operasi Jaran Gatarin 2018 yang dilaksanakan dua minggu kemarin, kami berhasil mengungkap 37 Kasus 3C (Curas, Curat dan Curanmor) dengan tersangka 27 orang,” jelas Kapolres.

Untuk kasus Curanmor, Polres Lombok Tengah berhasil mengungkap modus baru para pelaku menjual sepeda motor hasil curian, yakni merubah nomor mesin dan nomor rangka kendaraan menggunakan getok khusus.

” Ini modus baru yang kami temukan di Lombok Tengah, mungkin banyak sepeda motor yang digetok ulang Noka dan Nosinnya, untuk itu perlu dilakukan uji forensik untuk mengungkap keasliannya,” ungkap AKBP. Kholilur Rochman.

Dalam pengungkapan modus baru penjualan hasil curanmor itu, diketahui petugas saat salah seorang penadah Mono (22), yang sehari-hari sebagai montir asal Desa Mertak Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Penangkapan penadah ini hasil pengembangan kasus penggagalan penyeludupan tiga unit sepeda motor hasil Curanmor tujuan pulau Sumbawa oleh Tim Opsnal Polres Lombok Tengah, Jum’at (26/1/2018).

“Tiga unit sepeda motor itu antara lain Suzuki Satria FU warna Hitam yang dikendarai AG, , Honda Supra X 125 warna Hitam dikendarai RM dan Kawasaki KLX warna Hijau dikendarai RD yang akan diselundupkan ke Sumbawa,” kata Kapolres.

Di hadapan Kapolres, Mono mengaku alat getok Noka dan Nosin itu dibawa dari Korea saat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Pelaku mono mengaku baru pertama kali merubah Noka dan Nosin motor hasil Curanmor yang diperoleh dengan dibeli dari salah seorang pelaku Curanmor yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Alat ketok Noka dan Nosin Motor milik Mono itu, menurut Kapolres, cukup cangkih dan nomor yang ada di alat ketok itu mirip dengan nomor dan angka asli.

Noka dan Nosin Motor hasil Curanmor diketok ulang dan disesuaikan dengan STNK sepeda motor yang saat ini juga masih didalami keasliannya.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 4 tahun penjara.