Bulan Puasa, Kunjungan Wisatawan ke Trawangan Tetap Ramai

Wisata
Typography

LOMBOKita - Kementerian Pariwisata memastikan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, tak terpengaruh momen Ramadan 1438 Hijriah.

"Dari hasil pemantauan kami, tingkat hunian sejumlah hotel rata-rata mencapai 85 persen. Dan Gili Trawangan mencatatkan persentase tingkat hunian tertinggi," kata Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Hiramsyah S Thaib, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Rabu.

Thaib yang didampingi PIC Mandalika Taufan Rahmadi mengatakan pihaknya melakukan pemantauan di Gili Trawangan bersama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara pada minggu pertama Juni 2017.

Pihaknya juga menggelar diskusi informal dengan pelaku industri pariwisata di Gili Trawangan, seperti general manager hotel, pemandu wisata hingga kusir angkutan tradisional cidomo.

"Semua diajak tukar informasi. Ternyata, tingkat okupansi hotel di Gili Trawangan tetap tinggi. Bahkan, ada hotel yang sudah tutup pemesanan kamar mulai 20-29 Juni 2017," ucapnya.

PIC Destinasi Prioritas Mandalika Taufan Rahmadi menambahkan di Gili Trawangan terdapat sejumlah fasilitas penginapan mulai kelas melati hingga hotel bintang. Dari sekian banyak tempat penginapan, terdapat pula beberapa yang menyajikan wisata "family friendly", termasuk sajian makanannya.

Villa Bella misalnya. Letaknya hanya berjarak beberapa langkah dari pantai dan sepuluh menit berjalan kaki dari pelabuhan Gili Trawangan.

"Tempat ini enggan menyediakan minuman beralkohol di dalam penginapannya. Selama bulan suci Ramadan, Villa Bella menyiapkan paket Ramadan untuk para wisatawan," katanya.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Kabupaten Lombok Utara Wayan Bratayasa, menilai ada keseriusan dan semangat yang kuat yang ditunjukkan general manager hotel, pemandu wisata hingga kusir cidomo.

Namun tetap ada catatan yang diberikan. Masukan dari para pelaku bisnis pariwisata di Gili Trawangan nadanya sama. Semua ingin segera melihat pembenahan infratsruktur pariwisata.

Misalnya, penataan pinggiran pantai di sepanjang Gili Trawangan. Para pelaku bisnis pariwisata berharap ini bisa segera dibersihkan dari bekas material yang masih terbengkalai paska penertiban bangunan pinggir pantai pada Februari 2017.

Selain itu, perbaikan dari sarana jalan lingkar dan saluran air drainase di Gili Trawangan, bisa segera dilakukan agar pada saat musim hujan tidak tergenang dan menyebabkan banjir.

"Juga pengelolaan sampah harus dilakukan secara profesional. Ini penting untuk segera dilakukan demi mengatasi masalah sampah yang sudah kritis di Gili Trawangan," kata Wayan. (ant)