#AmazingPeople : Menjadi Sukses Dengan Mengetahui Bakat dan Potensi Diri

Knowing yourself is the beginning of all wisdom.” ― Aristotle

61
kali tampilan.
Ilustrasi foto: Reuni alumni 212 / ist

LOMBOKita – Walt Disney, seseorang yang telah mengukir sejarah dalam industri hiburan khususnya film animasi dan terus berkembang sampai sekarang. 

Disney berkata bahwa “Seluruh orang hebat di masanya, pada awalnya mereka mengagumi orang hebat lainnya dan menemukan kekuatan dalam pribadinya untuk dapat mencapai yang terbaik sesuai dirinya sendiri.”.

Dalam diri setiap pribadi pasti menginginkan untuk dapat mencapai seperti yang orang-orang sukses itu telah raih, kesuksesan secara finansial serta non finansial seperti kesehatan, kebahagiaan dan nama baik.

Sangat mungkin ukuran sukses bagi setiap orang berbeda-beda. 

Sukses adalah seberapa besar kita bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sedangkan jalan menuju sukses adalah dengan doa, karena setiap manusia mempunyai tugas dan tugas manusia itu unik. 

Untuk itu Allah memberikan perangkat yang unik kepada setiap manusia diantaranya; keistimewaan fisik / panca indera dan sifat yang bisa dimanfaatkan untuk produktivitas. Keistimewaan fisik menghasilkan potensi menyanyi, memasak, bercocok tanam, melukis, olahraga, memelihara binatang dan lain sebagainya. Sedangkan sifat menghasilkan potensi berjualan, bernegosiasi, mengelola, memotivasi, mengajar, merancang, menganalisis, memonitor dan sebagainya. 

Hal sejalan dengan firman Allah dalam surat Al Israa’ 70,“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”

Mengenali bakat, sama artinya mengenali jalan hidup kita. Orang yang suka berpikir, mungkin memang jalan hidupnya adalah sebagai pemikir yang menemukan ide-ide terobosan (tidak semua orang suka melakukannnya kan?). Orang yang suka bekerja keras, jalan hidupnya mungkin untuk membantu para pemikir melaksanakan ide-idenya. Orang yang suka berkonfrontasi, mungkin jalan hidupnya adalah untuk memimpin dan “menantang” status quo. Jalan hidup setiap orang berbeda, tergantung bakat yang dimilikinya.

Dan Talents Mapping merupakan metode untuk mengetahui peta bakat seseorang. Bakat merupakan sifat (personality) yang produktif. Dikatakan produktif bilamana sifat ini dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk menghasilkan sesuatu dan merupakan kekuatan seseorang sehingga ia produktif dan asyik dengan apa yang ia kerjakan.

Talents Mapping merupakan cara asesmen atau menilai dan menggali bakat (karateristik produktif) dan potensi kekuatan kita dengan tampilan hasil yang lengkap, mudah dipahami dan menarik.

Cara ini bisa mengidentifikasi potensi kekuatan individu yang mencakup pengukuran dan pernyataan kekuatan diri (Personal Strengths Statement).

Dengan Talents Mapping ini, diharapkan orang tak lagi fokus dengan kelemahannya dan cara mengatasinya, melainkan lebih melihat kepada kekuatan di dalam diri masing-masing.

Hubungan antara bakat dan kekuatan adalah hubungan timbal balik dan saling membutuhkan. Dalam Talents Mapping semua bakat berpontensi menjadi kekuatan, tinggal bagaimana menyalurkannya. Sebab itu Talens Mapping menerapkan prinsip AKU yaitu andalkan kekuatan menjadi utama dan akui keterbatasan juga utama. Dengan meyakini prinsip ini diharapkan tetap bersemangat dalam hidup dan menunjukkan potensi diri serta bersyukur kepada Allah SWT.

Pada saat ini banyak organisasi yang mengembangkan karyawannya melalui Deficit Approach, yaitu mencari kelemahan seseorang dan kemudian berusaha memperbaiki kelemahannya agar menjadi kompeten, sehingga diharapkan agar yang bersangkutan dapat memberikan kinerja yang diharapkan.

Dalam beberapa hal pendekatan dengan cara ini cukup baik, akan tetapi dalam banyak hal tidak tepat dan dirasakan oleh banyak pihak tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan kinerja perusahaan.

Menurut Talents Mapping, ada 34 tema bakat yang merupakan karakter kinerja, meliputi :

1. ACHIEVER (memiliki stamina yang tinggi dan selalu bekerja keras), 
2. ACTIVATOR (tidak sabar bertindak, melompat sebelum bertindak), 
3. ADAPTABILITY (mudah menyesuaikan diri), 
4. ANALYTICAL (percaya dan hanya menyukai data maupun angka untuk diuraikan),
5. ARRANGER (suka menata dan menata kembali), 
6. BELIEF (suka melayani dan mendahulukan orang lain), 
7. COMMAND (berani berkonfrontasi dan ingin menjadi pengendali), 
8. COMMUNICATION (suka menyampaikan pikirannya dengan cara yang mudah dipahami orang), 
9. COMPETITION (senang membandingkan kinerja dirinya dengan orang lain),
10. CONNECTEDNESS (kesalingketerkaitan, yakin bahwa semua yang ada di dunia ini ada sebabnya), 
11. CONSISTENCY (adil, sesuai dengan aturan), 
12. CONTEXT (senang dengan sejarah atau masa), 
13. DELIBERATIVE (teliti, waspada, hati-hati melihat sebelum melompat), 
14. DEVELOPER (senang melihat kemajuan orang lain dan senang memajukan orang lain),
15. DISCIPLINE (pikirannya teratur, runtut), 
16. EMPATHY (bisa merasakan perasaan orang lain baik sedih maupun senang), 
17. FOCUS (butuh sasaran sebelum bekerja dan tidak suka diganggu ketika bekerja),
18. FUTURISTIC (senang membayangkan apa yang mungkin terjadi di masa mendatang),
19. HARMONY (tidak suka adanya konflik), 
20. IDEATION (memiliki banyak ide-ide baru), 
21. INCLUDER (senang berkumpul, guyub), 
22. INDIVIDUALIZATION (mampu melihat karakter kinerja orang per orang), 
23. INPUT (suka mengumpulkan berbagai info atau barang), 
24. INTELECTION (suka dengan olah pikir), 
25. LEANER (senang mempelajari hal-hal baru),
26. MAXIMIZER (perfeksionis dalam hal hasil), 
27. POSITIVITY (pandai membawa suasana riang bagi teman-temannya), 
28. RELATOR (senang bersahabat), 
29. RESPONSIBILITY (kalau sudah janji pasti ditunaikan),
30. RESTORATIVE (senang mengotak atik memperbaiki ke fungsi semula), 
31. SELF ASSURANCE (memiliki indra ke enam), 
32. SIGNIFICANCE (senang tampil dan diperhatikan orang), 
33. STRATEGIC (pandai memilih jalan terbaik menuru tujuan), 
34. WOO (selalu menyapa orang walaupun belum dikenalnya).

Ilustrasi foto: Reuni alumni 212 / ist
Berikut urutan untuk menemukan potensi bakat dan kekuatan seseorang :

1. Asesmen Talents Mapping (TM)
a. Menggali sifat produktif (bakat) seseorang.
b. Menginterpretasikan kekuatan terkait peran melalui bakat dominan.
c. Berupa self-assessment yang di dalamnya memiliki 170 pernyataan.

2. Asesmen Personal Strength Statement (PSS)
a. Menggali pengakuan atas kegiatan produktif.
b. Merupakan gambaran kemampuan/kompetensi dan minat terhadap aktivitas
c. Berupa self-assessment yang di dalamnya memiliki 114 aktivitas, yang terdiri atas 99 klaster yang terkait dengan peran dan 15 klaster yang terkait dengan bidang.

3. Strength Typology (ST-30).
a. Tercapat sebagai cara paling cepat dalam menemukan diri.
b. Merupakan gambaran kemampuan/kompetensi dan minat terhadap peran.
c. Memiliki 30 tipologi manusia yang terkait dengan kekuatan yang produktif.
d. Sebagai personal brand atau self-awareness bagi seseorang.

Ketiga cara di atas bisa bermanfaat untuk pemilihan karir, jurusan pendidikan atau profesi.

Setelah mengenali dengan baik bakat dan potensi diri, terjun ke aktivitas yang diduga sebagai potensi kekuatan. Rasakan apakah enjoy dan easy?

Berikut  dampak ikutan yang akan Anda dapatkan tatkala Anda beraktivitas (profesi, karir, dan jurusan pendidikan, serta berorganisasi) sesuai dengan bakat dan potensi diri.

Pertama, #Enjoy – kita menikmati proses melakukannya. Sementara orang lain nampak tidak suka melakukannya.

Kedua, #Easy – kita merasa mudah mempelajari atau melakukannya. Sementara orang lain nampak kesulitan melakukan hal yang sama. Dan darinya menghasilkan #Endurance – kita betah berlama-lama melakukannya, seakan-akan energi kita tidak habis-habis melakukan hal tersebut berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama.

Ketiga, #Excellent – hasilnya bagus. Dengan proses belajar yang sama, hasil yang Anda ciptakan lebih bagus dibandingkan orang lain.

Keempat, #Earn – menghasilkan; bermanfaat bagi orang lain.

Saat Anda sudah mulai menemukannya, pelajari pengetahuan dan latih skill yang akan mempertajam bakat Anda tersebut. Sehingga akhirnya Anda benar-benar ekselen di bidang tersebut. Ingat, bakat hanyalah potensi. Dia tidak akan teraktualisasi secara optimal bila kita tidak menginvestasikan waktu untuk mengasahnya. 

Jadilah #AmazingPeople dengan mengetahui bakat dan potensi diri.

“Knowing yourself is the beginning of all wisdom.” ― Aristotle

Prijanto Rabbani
Trainer and People Development Specialist
Founder / Chairman Rabbani Optima Consulting

#TalentsMapping
#PeopleDevelopment
#AmazingPeople

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.