Bupati Prihatin Masih Banyak Kasus Stunting di Lombok Tengah

48
kali tampilan.
Bupati Lombok Tengah HM Suhaili Fadil Tohir
Loading...

LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia wilayah Provinsi NTB menggelar pelatihan penilaian pertumbuhan dan perkembangan Intelegensia anak kepada Kader Posyandu dan Petugas di Lokus Stunting Lombok Tengah.

Kegiatan ini guna mencegah terjadinya stunting dan mendukung program penurunan angka stunting di daerah ini.

“Kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar kita bersama untuk menuntaskan persoalan kesehatan, seperti mencegah terjadinya stunting di Lombok Tengah,” ujar Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT saat membuka acara tersebut di ruang rapat utama kantor Bupati Lombok Tengah, Sabtu (21/9/2019).

Bupati mengaku prihatin masih banyaknya anak di daerah itu yang terkena penyakit stunting. Karenanya, Bupati dua periode itu sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh IDI.

Pasalnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk mendukung penurunan angka stunting. Apalagi, persoalan stunting tidak bisa diserahkan kepada Pemerintah semata, tapi semua pihak harus bersama-sama berkomitmen, termasuk Kader Posyandu menuntaskan persoalan stunting di Lombok Tengah.

Loading...

Ditambah lagi dengan jumlah kader posyandu di Lombok Tengah cukup banyak, sehingga para kader Posnyandu itu diharapkan bisa membantu penurunan angka Stunting yang menerpa masyarakat saat ini.

Dia berharap dengan adanya kegiatan ini bisa membangkitkan semangat semua pihak dalam menjalankan komitmen menuntaskan stunting di Lombok Tengah.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah NTB, H Doddik Aryo menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, termasuk para Dokter yang melaksanakan kegiatan pelatihan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Dokter Indonesia Tahun 2019 dan guna mencegah terjadinya stunting dan menuntaskan persoalan stunting di Lombok Tengah.

“Dengan adanya program ini paling tidak stunting khususnya di Lombok Tengah bisa dikurangi maupun dicegah,” pungkasnya.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dr. Titi Pambudi, Sp. A

Sebelumnya, ada tiga desa di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih rawan stunting. Tiga desa tersebut yakni Desa Mantang Kecamatan Batukliang, Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara dan Desa Truwai Kecamatan Pujut.

Untuk mengatasi persoalan stunting itu, pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bekerjasama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) NTB menggalakan gerakan kesehatan ke tingkat desa.

“Tiga desa itu kami jadikan pilot project pengentasan stunting di Lombok Tengah,” kata Ketua IDAI NTB, dr. Titi Pambudi, Sp. A usai melakukan pertemuan dengan Bupati Lombok Tengah HM Suhaili Fadil Tohir di Bencingah Adiguna Praya, Jumat (6/9/2019).

Menurut Titi, angka penyakit stunting di Kabupaten berdasarkan data tahun 2018 cukup tinggi, sehingga pihaknya akan terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat.

Dipilihnya tiga desa itu sebagai pilot project, karena merupakan tertinggi penderita stunting, terutama di Desa Mantang.

“Desa-desa lain memang rata-rata ada, namun kita fokus pengentasan di tiga desa paling rawan itu,” kata dokter Titi dikonfirmasi sejumlah awak media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.