LOMBOKita – Menjadi seorang perempuan adalah anugerah terbaik yang diberikan oleh Allah SWT. Namun latar belakang Indonesia yang menunjukkan bahwa perempuan adalah jenis kelamin yang berada di strata ke dua yang biasanya mendapatkan peran hanya di dapur, sumur, dan di kasur.

Menepis stigma buruk terhadap perempuan yang seharusnya memiliki tingkat kesetaraan yang sama dengan laki-laki baik dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Denda Sukatniwati merupakan salah satu perempuan yang berhasil mendirikan women guide yang terletak di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Awal mulanya Denda Katni memulai menjadi lokal guide ketika berusia 15 tahun. Saat itu banyak sekali halangan dan rintangan yang dilalui mulai dari bahan perbincangan hingga cibiran orang terhadapnya karena menjadi guide adalah pekerjaan laki-laki. Namun Ibu dari 5 anak ini berhasil membuktikan bahwa perempuan juga memiliki hak yang sama dalam pekerjaan seperti laki-laki pada umumnya, termasuk menjadi pemandu wisata.

Saat ini sudah lebih dari 70 orang tergabung dalam woman guide yang didirikannya. Hal ini menjadi hal positif bagi para perempuan yang ada di Bayan maupun Senaru karena Denda Katni berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka.

Selain itu, setiap anggota woman guide juga dianggapnya sebagai keluarga sendiri. Sehingga banyak pihak yang mulai menyoroti kehadiran woman guide baik itu dari pemerintah, NGO, maupun lembaga/instansi luar negeri.

Bahkan beberapa penghargaan juga sering di dapatkannya seperti Net Fix dalam Film Documentary, Trans TV, Trans7, TVRi NTB, dan penghargaan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem sebagai Women Tour Guide melalui program Pemberdayaan Kaum Perempuan.