LOTIM LOMBOKita – Pemkab Lombok Timur memilih Desa Kumbang kecamatan Masbagik , merupakan salah satu dari 239 desa di kabupaten Lombok Timur dipilih menjadi desa percontohan anti korupsi.

Dijadikan sebagai desa percontohan, karena nilai -nilai anti korupsi dilakukan hingga tingkat desa, sehingga diperlukan kegiatan yang bersifat masif yang dapat diikuti oleh seluruh desa di Indonesia, seperti penilaian lomba desa anti korupsi.

Dipilihnya Desa Kumbang ini, diharapkan kegiatan anti korupsi dapat menjadi pemicu bagi desa-desa lainnya, khususnya di Kabupaten Lombok Timur,

” Program kerja sama antara KPK dan Kementerian Desa ini dirasa sangat tepat untuk mewujudkan bangsa dan negara yang bebas korupsi,” ungkap
Direktur Permas KPM RI Kumbul Kusdwijanto Sudjadi pada penilaian lomba desa antikorupsi di Desa Kumbang Rabu (5/10).

Karena itu Tim KPK banyak memberikan arahan dengan tujuan membangun desa antikorupsi.

Ia menambahkan selain kegiatan pendidikan dan pencegahan, juga diperlukan adanya peran masyarakat, mengingat korupsi adalah pilihan dan tidak mungkin hanya diberantas oleh KPK saja.

“Yang kita perangi korupsi itu gak jauh-jauh, ada di hati kita masing-masing,” katanya.

“makanya kita membentuk desa anti korupsi adalah bagaimana membangun masyarakat untuk memahami apa itu korupsi, permasalahan, dampak dan upaya apa saja yang harus dilakukan,” sambungnya.

Agar tidak terlibat dalam tindak pidana korupsi, Ia meminta melakukan pencegahan mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.

Tim penilai lomba anti korupsi merupakan gabungan dari Tim KPK, Kemendagri, Kemenkeu, Kemendes serta Inspektorat provinsi dan Inspektorat Daerah Kabupaten Lotim. Sebelumnya tim sudah melakukan berbagai tahapan, mulai dari observasi, bimbingan teknis, kemudian hari ini dilakukan penilaian dan terakhir adalah kegiatan launching 10 desa antikorupsi yang ada di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Salmun Rahman berharap kepala desa beserta jajarannya tetap semangat melayani dan mengedukasi masyarakat di desa ini, supaya desa ini patut dijadikan sebagai contoh desa anti korupsi.

“Tidak ada jalan lain lagi untuk membangun negeri ini, harus diawali dengan semangat membangun negeri. Karena itu dari desalah kita mengawali sikap semangat tersebut,” tuturnya.