LOTIM Lombokita – Naas nasib sebut saja Dahlia (13) warga kecamatan Suela kabupaten Lombok Timur, di usia mudanya, justru keperawananya terenggut oleh ayah tirinya sendiri. Hal itu terjadi saat korban memasuki usia kelas III dan kelas VI Sekolah Dasar.

Ulqh ayah tiri ini, berujung ke proses hukum, ibu korban dan korban Kamis (14/10) mendatangi SPKT Polres Lotim untuk melaporkan ulah bejat bapak tiri tersebut.

“Kami datang ke Polres untuk melaporkan perbuatan asusila pelaku terhadap anaknya,” ungkap ibu korban yang didampingi Judan Prabaya Ketua LPA Lotim, saat dijumpai di Polres Lotim

Menurut ibu korban, pelaku telah melakukan pemerkosaan layaknya suami istri, kepada anak tirinya, telah dilakukan tiga kali.

Aksi bejat ayah tiri tersebut, terungkap saat korban bercerita pada ibunya, kalau dirinya telah diperkosa ayah tirinya.

Cerita korban sempat tak ditanggapi ibunya, karena dinilai korban masih kecil, namun korban mengaku dirinya telah diperkosa tiga kali, oleh ayah tirinya,

Kasus asusila ayah tiri tersebut, dilakukan di rumah korban di wilayah Suela.

Aksi perbuatan cabul pelaku, pertama kali terjadi saat korban kelas III SD tahun 2017, dan kasus bejat pelaku terungkap 2021 saat korban bercerita pada ibunya,

Atas terjadinya perbuatan cabul korban tersebur ibu korban tak menerima.perbuatan suaminya kepada anak tirinya,

Sebelum melapor, ibu korban sempat mempertanyakan kepada suaminya, terkait perbuatanya, dan suami korban tak mengelak, atas pengakuan pelaku ini, ibu korban didampingi ketua LPA Lombok Timur Judan Prabaya, langsung mendatangi SPKT Polres Lotim, untuk melaporkan perbuatan bejat ayah tiri.terhadap.anak tirinya, Kamis (14/10)

Ketua LPA Lombok Timur Judan Prabaya, saat dikonfirmasi di Polres Lotim, tak menampik kalau dirinya datang ke Polres, mendampingi ibu korban, untuk melapor terkait kasus perbuatan cabul ayah tiri kepada anak tirinya.

“Kami datang ke Polres, untuk mendampingi korban dan ibunya, untuk melaporkan perbuatan cabulayah tiri korban ke polisi,” ucapnya.

BACA JUGA

Menurut Judan, kasus asusila pelaku terhadap korban bukan sekali, tetapi tiga kali, dan hal ini di lakukan pelaku sejak 2017 lalu hingga terungkap 2021.

“Kasus bejat pelaku ini, terungkap berawal dari cerita adik korban kepada ibunya, kalau korban telah perkosa ayah tirinya,” katanya

Terhadap permasalahan ini, ibu korban langsung menanyakan anaknya, terkait perbuatan ayah tirinya, dan diakui korban.

Tak sampai disitu, ibu korbanpun mengkonfirmasi terkait laporan anaknyapun di konfirmasi pada.pelaku, dan pelakupun tak bisa.mengelak, dan mengakui perbuatan bejat terhadap anak tirinya tereebut.

“Korban tak menceritakan perbuatan ayah tirinya, karena korban diancam, kalau korban akan diusir ayah tirinya ” sebut Judan.

Terhadap kasus ini, pelaku di jerat pasal 81 atau 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

Kapolres Lotim melalui Kasi Humas saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan, anak tiri di perkosa ayah tiri tersebut.

“Laporan korban, telah diserahkan ke unit PPA untuk ditindaklanjuti,” sebutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.