LOTIM LOMBOKita  – innalillahi…Sadikin (25) warga Lombok Timur, Salah seorang ABK KMP Jemla Pajar,
ditemukan tak bernyawa, dengan cara gantung diri di salah satu kapal laut di Labuhan Lombok,Kecamatan Pringgebaya,Kabupaten Lombok Timur,Jumat pagi (1|7) sekitar pukul 05.30 wita.

Dugaan sementara, korban mengakhiri hidupnya diduga Depresi dengan cara gantung diri di dalam kapal, lantaran terlilit banyak hutang, dan kasusnya kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum korban ditemukan sudah tak bernyawa, salah seorang rekan kerja korban, menemukan selembar surat tergeletak di tempat rekan korban memasak, dan rekan korban menduga surat tersebut milik korban.

Surat yang di temukan tersebut, oleh rekan korban, langsung dilaporkan ke perwira jaga kapal, dan perwira kapal langsung memerintahkan anak buahnya untuk mencari korban ke ruangan kedap suara,

Saat memasuki ruang kedap suara, rekan korban terperanjat saat melihat korban tergantung dan sudah tak bernyawa, dan kasusnya langsung di laporkan ke pihak kepolisian,

Anggota Polsek KPL Labuhan Lombok saat mendapat laporan langsung mendatangi TKP dan lakukan olah TKP

Dari hasil olah TKP yang dilakukan tim inafis Polres Lotim, korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali yang diikat di salah satu balok kapal,

diduga korban akhiri hidupnya dengan cara gantung diri, karena sebelumnya korban sempat bercerita kepada rekan kerjanya, kalau dirinya sedang di lilin hutang.

Usai olah TKP, korban langsung di bawa ke Puskesmas untuk dilakukan visum, dan korbanpun langsung di serahkan ke pihak keluarganya.

Kapolsek KPL Pelabuhan Khayangan melalui Kasi Humas Polres Lotim,Iptu Nicolas Oesman saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan kasus gantung diri salah seorang ABK kapal di Pelabuhan Lombok.

” Penyebab korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri masih dalam penyelidikan ,” tandasnya.

dugaan sementara korban depresi lantaran terlilit hutang.