Relawan adalah salah satu perbuatan terpenting yang harus kita perhatikan. Kita dituntut untuk berbuat baik dengan cara yang sebahu dan sesuai dengan batas kemampuan kita. Menjadi relawan tidak hanya memberi manfaat bagi orang lain, tapi juga manfaat untuk diri sendiri.

Menurut Muhammad Jayadi Akbar “Menjadi relawan itu punya arti tersendiri, tanpa paksaan dan penuh kerelaan hati. Dengan menjadi relawan, kita masuk ke lingkungan orang-orang yang peduli, bebas dari kata menghakimi. Bayaran terbesar seorang relawan adalah ketika kita mampu menyenangkan hati mereka dibaluti rasa bahagia.”

Modal utama menjadi seorang relawan adalah ikhlas, tanggung jawab yang tulus dan memiliki kepekaan sosial. Tidak sedikit orang mengabdikan dirinya untuk menjadi relawan kemanusiaan, karena hal itu mengajarkan kita tentang pelajaran kehidupan yang meski sepele namun sering luput dilakukan yaitu bersyukur.

Keikhlasan adalah salah satu modal utama untuk menjadi seorang relawan, modal itulah yang tidak semua orang bisa lakukan, oleh karena itu menjadi relawan adalah sesuatu yang istimewa. Bila di dunia kerja, orang melakukan sesuatu untuk mendapatkan imbalan atas apa yang telah dikerjakannya. Di dunia relawan, rasa senang justru sudah hadir di saat membantu dan menolong sesama.

Saya ingin melakukan banyak hal untuk orang banyak serta mengetahui kondisi saudara-saudara kita yang berada di luar sana. Walaupun saya tidak dapat membantu dengan materi, namun dapat membantu dengan tenaga dan mengembalikan kebahagiaan mereka, ini adalah bentuk panggilan hati. Karena, jika hari ini kita telah berbuat baik dan menolong orang yang lagi kesusahan dan membutuhkan bantuan, percayalah dengan keikhlasan kita melakukan hal kebaikan, Allah akan membalas kebaikan kita suatu hari nanti,” ujar pria kelahiran Lombok Timur ini.

Selain ikhlas, seorang relawan harus memiliki rasa tanggung jawab yang tulus.Relawan bekerja sepenuh hati, dan bergotong royong tanpa pamrih. Itulah hakekat seorang relawan. Relawan bukan orang orang manja, sebaliknya orang yang memiliki niat yang tulus dan ikhlas dalam di lapangan.

Akbar menjelaskan “Menjadi relawan pastinya harus ikhlas, punya rasa empati yang tinggi dan memiliki tanggung jawab yang tulus dalam melakukan kebaikan, jangan mengharapkan sesuatu yang bersifat material dan kita harus bertanggung jawab. Karena banyak rekayasa yang terjadi pada saat kita di lapangan, ada yang hanya untuk tujuan kepentingan tertentu seperti datang, trus foto-foto, upload dijadikan story media sosial lalu pulang. Jangan sampai ada hal seperti itu terjadi, tapi kita harus ikhlas dan punya rasa tanggung jawab yang tulus. Sekali lagi karena tanggung jawab kemanusiaan lah yang membuat mengapa para relawan mau mengabdikan diri dalam situasi apapun itu.”

Modal yang terakhir untuk menjadi relawan adalah harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat berdiri sendiri. Kita selalu membutuhkan bantuan dan jasa orang lain. Untuk itu, dibutuhkan kepekaan yang tinggi dalam bermasyarakat.

Bagi seorang relawan yang sudah turun ke medan pengabdian, janganlah dinilai kapasitas mereka dari besar kecilnya bayaran yang harus diberikan. Karena salah satu modal utama seorang relawan adalah memiliki kepekaan sosial sosial yang tinggi.

Jadi, itulah modal utama menjadi seorang relawan. Menjadi relawan itu bukan suatu hal yang harus diikuti rasa takut terbebani, baik itu atas nama pribadi atau ingin masuk organisasi pasti selalu diterima dengan baik dan dibantu semampu kita untuk bergabung. /**