LOMBOKita – Dikenal sebagai sumber karbohidrat paling umum, nasi putih kerap mendapat reputasi buruk lantaran cara pengolahannya.

Sebab nasi putih ini berasal dari beras putih, yang telah digiling untuk menghilangkan kulit luar dan lapisan dedak. Pengelupasan dedak ini membuat beras putih kehilangan banyak nutrisi.

1. Menambah energi

“Nasi putih adalah sumber karbohidrat, yang merupakan sumber utama bahan bakar untuk tubuh Anda,” kata ajli gizi Lauren Manaker.

“Ditambah lagi, banyak jenis nasi putih, setidaknya di AS, yang diperkaya dengan vitamin B yang dapat membantu mendukung tingkat energi juga,” katanya.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients, semua vitamin B kecuali folat, terlibat dalam setidaknya satu langkah (jika tidak lebih) dari sistem produksi energi di dalam sel. Dengan itu, penting untuk mendapatkan dosis setiap vitamin B untuk mendapatkan energi. Dan, terlalu sedikit akan membatasi produksi energi tubuh, yang berpotensi berdampak negatif pada metabolisme dan kesehatan umum/

2. Tulang yang lebih kuat

Ternyata mengonsumsi nasi putih dapat memberikan manfaat baik untuk kesehatan tulang .

“Kita semua tahu bahwa kalsium dan vitamin D adalah nutrisi penting untuk kesehatan tulang,” kata Manaker. “Tapi satu nutrisi pahlawan kesehatan tulang tanpa tanda jasa, mangan, ditemukan dalam nasi putih.”

3. Kemungkin lebih rentan terkena sindrom metabolik

“Sementara lebih banyak data diperlukan, beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara konsumsi nasi putih dan risiko sindrom metabolik,” kata Manaker.

Menurut Mayo Clinic yang dilansir Suara.com,, sindrom metabolik adalah sekelompok kondisi yang terjadi bersamaan, meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

Kondisi tersebut termasuk gula darah tinggi , kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang, peningkatan tekanan darah, dan kadar kolesterol atau trigliserida yang tidak normal.

Satu studi yang diterbitkan dalam jurnal Heart Asia menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi nasi putih paling banyak dikaitkan dengan risiko sindrom metabolik 30% lebih tinggi. Meski tidak parah, itu masih cukup signifikan. Jadi, jika Anda berisiko mengalami salah satu dari kondisi ini, pertimbangkan untuk mengganti nasi putih dengan yang lain.