Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi

Ditulis oleh: Ahmad Efendi, Komunitas Balai Tulis Literacy NTB

37
kali tampilan.
Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah - Hj. Sitti Rohmi Djalilah kembali menyapa masyarakat secara langsung lewat program ''Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi

Sekali dalam seminggu pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dibawah kendali Gubernur dan Wakil Gubernur Dr. Zulkifliemansyah – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) menyelenggarakan pertemuan langsung dengan masyarakat.

Pertemuan langsung tersebut dilaksankan setiap hari Jumat dengan sebutan Jumpa Bang Zul-Ummi Rohmi. Sebuah acara yang mempunyai kualitas tinggi karena sifatnya mempertemukan (face to face) antara pemimpin (pemerintah) dengan masyarakat yang dipimpin.

Pertemuan langsung ini dapat dikatakan program yang sangat menarik karena memungkinkan terjadinya komunikasi (dialog) langsung antara pemimpin dengan masyarakat. Hal ini memungkinkan persoalan yang hendak diselesaikan dapat didiskusikan dari berbagai sudut pandang masyarakat yang menghadiri Jumpa Bang Zul-ummi Rohmi.

Artinya ada pelibatan langsung masyarakat dalam rangka pemerintah hendak bersikap, hendak mengeluarkan kebijakan, sehingga ke depannya tidak meninggalkan persoalan-persoalan pelik. Sinergitas ini tentu saja mempunyai makna strategis bagi sosialisasi dan perencanaan langkah-langkah pemerintah dalam memutuskan perkara-perkara di masyarakat NTB.

Loading...

Dalam pertemuan-pertemuan tersebut terdapat tema yang diusung. Jadi di setiap pertemuan langsung yang diadakan mempunyai tema-tema berbeda. Dengan lain perkataan jumpa langsung Bang Zul-Ummi Rohmi tidak bersifat monoton, melainkan dinamis, karena itu pertemuan tematik ini berjalan sesuai dengan tema-tema yang urgen artinya bagi masyarakat.

Hal ini juga tidak lepas dari perangkat daerah yang terintegrasi dalam rangka membantu Bang Zul-ummi rohmi untuk bekerja cepat dan tepat agar NTB gemilang itu terealisasi. Dalam hal Jumpa Bang Zul_ummi Rohmi Public Relation Command Center (PRCC) dapat dikatakan ujung tombak sebagai agen pemberi tema. Keberadaan Command Center (CC) yang mempertemukan masyarakat lewat dunia cyber memang sebuah peristiwa sejarah baru dalam membangun hubungan baik antara pemerintah dengan masyarakat itu sendiri.

Cc memungkinkan terjadinya pengintegrasian informasi sehingga dengan demikian terdapat sikap seragam antara semua Organisasi perangkat Daerah (OPD) terhadap sebuah masalah di masyarakat. Artinya semua masalah yang urgen dan mendesak untuk diselesaikan di masyarakat dapat dilihat langsung oleh semua OPD lewat pengintegrasiannya ke CC.

Dengan demikian tentu saja hal ini mempunyai nilai strategi yang sangat baik dalam rangka pemerintah melakukan respon balik atau feed back secepatnya bagi menyikapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada.

PRCC NTB ini sebenarnya sedang mengarahkan biduknya dalam rangka menserasikan irama dengan zaman revolusi industry 4.0, di mana terdapat penggabungan antara computer, internet dengan kecakapan dan kemampuan Sumber daya manusia (SDM).

Pada masa awal revolusi peradaban manusia telah diperkenalkan dengan keberadaan mesin tenaga uap dan air pada abad ke 18 sehingga mampu melipatgandakan produksi dengan sedikit tenaga kerja. Pada revolusi 2.0 perdaban manusia ditandai oleh adanya pembagian (spesifikasi) kerja. Yang ketiga ditandai oleh kemunculan listrik yang mampu menghidupkan barang-barang elektronik, menghasilkan otomatisasi berbagai perangkat kelistrikan. Fase ini didominasi oleh banjir bandangnya penggunaan computer yang terkoneksi dengan computer lainnya.

Nah kemunculan Revolusi Industri 4.0 yang ditandai oleh adanya konektivitas antara manusia dengan computer dan data yang memerlukan pengelolaan lebih lanjut sehingga diperlukan adanya SDM yang mumpuni berusaha untuk diaplikasikan oleh PRCC di NTB.

Dalam realisasinya kemudian bagaimana mempertemukan personal dan masyarakat dengan personal dan masyarakat lainnya dalam sebuah ruang -waktu yang segaris. Dalam kata lain mempertemukan antara pihak satu dengan pihak lain dalam ruang cyber sehingga waktu boleh saja berbeda tetapi masalah yang ada sudah dapat diketahui oleh pihak lain dalam hal ini pemerintah sebagai pelayan masyarakat.

Dari sekilas penggambaran di atas maka pemerintah baik secara langsung maupun tidak langsung bisa menetukan sikap. Pemerintah dapat mengetahui apa-apa yang harus diselesaikan dengan segera berdasarkan derajat urgen dan mendesaknya karena semua sudah terpantau lewat keberadaan Command Center yang sudah ada di secretariat Pemerintah Provinsi.

Dengan demikian Jumpa Bang Zul-Ummi Rohmi dapat dikatakan bagian kecil dari cara membangun hubungan baik antara pemerintah dengan masyarakat yang dihasilkan oleh keberadaan PRCC sebagai agen penghubung pemerintah dengan masyarakat tersebut.

Pada akhirnya ruh yang tidak boleh hilang adalah hablumminannas setelah hablumminalloh. PRCC hendak mewujudkan hal itu tetapi di ruang waktu yang sudah penuh dengan kompleksitas. Jikalau dahulu sahabat Umar Ra berkeliling diam-diam untuk mengetahui keberadaan masyarakatnya maka kini hal itu tidak mungkin bisa dilakukan dengan intensitas tinggi maka pilihannya adalah dengan mensiasati semua potensi teknologi dan SDM sehingga out putnya adalah pemerintah dapat mengidentifikasi masalah-masalah di masyarakat. Baru kemudian disikapi sehingga terjadilah perjumpaan antara Bang Zul_Ummi rohmi dengan masyarakat.

To be continued…

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.