Komisi II DPR RI Soroti Mendagri Belum Ada Wakil

79
kali tampilan.
Rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet dan Kepala Staf Kepresidenan RI, Rabu (13/11/2019).
Loading...

LOMBOKita – Komisi II DPR menggelar rapat bersama Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet dan Kepala Staf Kepresidenan RI, Rabu (13/11/2019).

Salah seorang anggota Komisi II DPR RI, HM Syamsul Luthfi mengungkapkan, bahwa para menteri Kabinet Kerja Indonesia Maju masa bhakti 2019-2024 yang dilantik Presiden Jokowi beberapa waktu lalu disertai dengan sejumlah wakil menteri.

Hal yang yang disoroti Syamsul Luthfi dalam pertemuan tersebut, yakni posisi Wakil Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang hingga saat ini masih lowong alias belum ada.

“Kami ingin minta penjelasan dari Bapak Sekretaris Kabinet, apakah dalam perjalanan pemerintahan ke depan, posisi Wakil Menteri yang belum terisi termasuk Wamendagri, apakah akan diisi atau dibiarkan kosong seperti sekarang ini,” pungkas HM Syamsul Luthfi.

Rapat kerja Komisi II DPR RI bersama Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet dan Kepala Staf Kepresidenan RI, Rabu (13/11/2019).

Menurut Syamsul Luthfi, dalam amanat Undang-undang Dasar 1945 bahwa ada tiga kementerian yang harus ada untuk mengisi kekosongan apabila Presiden maupun Wakil Presiden berhalangan, yakni Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan.

“Kita ketahui bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan sudah memiliki wakil menteri, sedangkan Menteri Dalam Negeri ini belum memiliki Wakil Menteri sampai sekarang,” kata legislator asal Daerah Pemilihan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Loading...

Politisi Partai NasDem itu juga mengungkapkan, apakah susunan Kabinet Indonesia Maju tersebut memiliki criteria sebagai kementerian basah atau kering. Dalam artian, ada kementerian yang mempunyai beban kerja yang berat dibanding kementerian lainnya.

“Berdasarkan informasi yang diberikan kepada kita, bahwa wakil-wakil menteri itu adalah wakil menteri yang pembebanan kerjanya lebih besar atau lebih berat dibandingkan dengan yang lain,” kata Syamsul Luthfi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.