Hujan saat puncak musim kemarau bisakah terjadi?

Seperti kita tahu, saat ini wilayah Nusa Tenggara Barat telah memasuki puncak musim kemarau, namun akhir-akhir ini terjadi hujan di sebagian wilayah Nusa Tenggara Barat.

Saat musim kemarau sedang berlangsung bukan berarti tidak akan terjadi hujan sama sekali. Kondisi dinamika atmosfer yang sangat dinamis tentu saja bisa menjadi faktor terjadinya hujan saat ini. Hujan yang terjadi saat musim kemarau disebabkan karena adanya fenomena-fenomena atmosfer yang sedang terjadi.

Ditinjau dari skala global hingga lokal saat ini masih terjadi La Nina masih aktif dengan kategori lemah, suhu permukaan laut yang hangat dengan anomaly positif di wilayah perairan Nusa Tenggara Barat, serta saat ini gelombang ekuatorial Rossby sedang aktif di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Dari analisis prakiraan cuaca terpantau kelembaban udara yang cukup basah dari lapisan rendah hingga lapisan atas, selain itu didukung dengan kondisi stabilitas astmosfer yang cukup labil sehingga meningkatkan adanya potensi pertumbuhan awan-awan konvektif yang menyebakan turunnya hujan di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi dan dampak yang dari terjadinya hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Ikuti selalu perkembangan informasi cuaca dari BMKG agar aktivitas lebih aman dan nyaman dan terhindar dari berita-berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Dengan adanya potensi terjadinya hujan, masyarakat bisa memanfaatkan untuk melakukan penampungan air untuk mengantisipasi terjadi kekeringan, terutama di wilayah-wilayah yang mulai kekurangan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Disisi lain, dihimbau untuk masyarakat mewaspadai terjadi potensi kekeringan sehingga masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih.

Selain itu dampak lainnya yaitu, meningkatnya tingkat kemudahan terbakarnya suatu lahan dengan indikasi munculnya titik-titik panas mengingat saat ini wilayah Nusa Tenggara Barat masih dalam periode musim kemarau.